Minggu, 25 April 2021

BULETIN SEVENTEEN : Testimoni Pembelajaran Prakarya - BEROBOK KENANGAN (Oleh Cici Rahayu Rahmadani Kelas VIII.2)

 

Bulan Ramadhan tahun lalu, keluargaku menjalani bulan puasa bersama nenek tercinta. Dia selalu mengajariku berbagai masakan, terutama menu favoritku. Berobok adalah makanan kesukaanku.

Masakan ini adalah makanan khas Masyarakat Bugis. Menu kesukaanku ini berbahan dasar jagung manis. Bahan tanbahannya berupa daging ayam, kol, wortel, daun bawang, daun sup dan mie instan. Bumbu-bumbunya pun sangat mudah di dapat. Membuatnya cukup dengan garam, masako, minyak, bawang merah, bawang putih dan lada. Kalian bisa di menambahkan buah tomat jika disukai.

Alat yang di gunakan untuk memasak beragam. Namun nenekku menggunakan panci, sendok sayur, kompor, pisau, sutil, cobe/blender, sendok, talenan pemotong, piring dan wajan. Alat ini dapat menyesuaikan ukuran maupun bentuknya. Semuanya di gunakan untuk mengolah, menumis maupun memasak.

Cara membuatnya pun mudah. Pertama-tama membersihkan semua bahan. Cucilah dengan air hingga bersih. Kemudian  potong  ayam dengan ukuran kecil. lalu rebus hingga lunak. Sementara menunggu daging ayam lunak, siapkan bahan dasarnya untuk diolah. Jagung dipisahkan biji dari tongkolnya. Caranya, iris biji jagung hingga tak tersisa dari tongkolnya. Wortel dipotong berbentuk dadu dengan ukuran yang keci- kecil. Sayur kol, daun bawang dan daun sup kita iris juga. Jangan lupa untuk menghaluskan semua bahan bumbu. Caranya, bawang merah, bawang putih, lada dibelender atau ditumbuk. Kemudian tumis dengan sedikit minyak.

Setelah daging ayam lunak maka masukan irisan jagung tadi. Agar sedikit matang, tunggu sekitar lima  menit. Masukan pula  potongan wortel dan irisan sayuran tadi setelah setengah masak. Langkah berikutnya, masukan bumbu yang di tumis tadi. Aduk hingga bumbu merata. Jika sudah terlihat merata, masukkan garam dan masako sesuai selera. Jangan lupa matikan kompor. Kemudian remas mie instan dan masukkan kedalam masakan tersebut tanpa bumbu kemasannya. Tutup panci yang berisi masakan tersebut. Tunggulah sekitar dua menit. Kini berobok siap di sajikan. Nenekku mengatakan, Jika ingin pedas atau manis bisa ditambahkan kecap atau cabe.

Namun sayang,  kini nenekku telah pergi meninggalkan kami semua. Tahun ini kami sekeluarga tak bisa merasakan berobok buatan nenek tercinta. Berobok buatannya selalu menjadi kenangan. Walaupun beliau tak ada lagi, aku sangat berterima kasih kepadanya. Dia telah mengajarkan membuat makanan kesukaanku. Terima kasih nenek, jasa dan kasih sayangmu menjadi kenang yang susah terlupakan dihati. Doa terbaik untukmu, Nek.


Testimoni Pembelajaran Prakarya - BEROBOK KENANGAN (Oleh Cici Rahayu Rahmadani Kelas VIII.2) - SMPN 17 Kendari/Prakarya Kelas VIII/Semester II -2021/Suhardin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERDIFERENSIASI DI UJUNG TELUK

  Usai paparan materi, baru diri tersadar akan sebuah hal. Sekolah ini pernah menjadi jalan dalam menyusun skripsi dua puluh lima tahun lalu...