Rabu, 03 Oktober 2018

BULETIN SEVENTEEN : Aspek Keterampilan Sains Melalui Bermain Sambil Belajar

Mengasah keterampilan anak didik, diperlukan sebuah metode yang tepat. Strategi yang dipilih secara efisien dan efektif dapat mengoptimalkan kegiatan pembelajaran. Kesesuaian konten lokal dan memanfaatkan potensi lingkungan menjadi hal yang penting. Mendekatkan pembelajaran dengan keadaan sehari-hari siswa akan memberikan makna belajar yang sesungguhnya. Tidak perlu mahal dan mewah, karena kreativitas anak akan muncul jika respon yang diberikan tidak salah. Memanfaatkan bahan limbah atau alat-alat yang dapat dipakai dan ditemukan dalam kehidupannya menjadi sebuah solusi.
Hal-hal tersebut terurai dalam buku ini. Namun kajiannya tidak luas. Mengambil aspek penanaman konsep Hukum Archimedes dan Pascal serta penerapannya dalam kehidupan menjadi lebih dominan. Bermaian dengan bahan sederhana dan membuat desain yang disenamgi menjadi pilihan. Tidak hanya memudahkan anak didik, akan tetapi mengasah imajinasi serta keinginan berkreasi dalam kelompok dapat dieksplor.
        Buku pengayaan ini menjadi penting dalam meningkatkan minat baca anak didik. Penjelasan secara prosedural tentang produk aplikatif konsep memudahkan mereka dalam belajar. Walaupun memiliki beberapa sisi yang perlu dikembangkan. Akan tetapi diharapkan mempu memberikan rangsangan dalam membangkitkan ide maupun gagasan dalam mengasah kreativitas diri.

Selasa, 25 September 2018

LKS 3 Prakarya Aspek Rekayasa Kelas 9




LKS 3 Prakarya Kelas 9 Semester 1
No
Nama jenis bangunan moderen
Ciri khasnya
1


2


3


4



1.      Kemukakan alternatif alasan seseorang memilih tempat tinggal/rumah yang berkonstruksi minimalis dan meditrania?
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………
2.      Tuliskanlah beberapa bentuk rumah unik di dunia dan alasan atau tujuan pembeuatannya.
No
Nama rumah unik
Alasan atau tujuan pembuatannya
1


2


3






LKS 2 Prakarya Aspek Rekayasa Kelas 9 Semester 1


LKS 2 Rekayasa Prakarya Kelas 9

1.      Lengkapilah tabel perbedaan jenis rumah adat dan fungsi tiap bagiannya berikut.
No
Nama rumah adat
Bagian-bagian rumah adat dan fungsinya
1







2







3







4






2.      Identifikasikan jenis alat konstruksi bangunan rumah dan fungsinya.
No
Nama alat konstruksi bangunan
fungsinya
1


2


3


4


5


6
















Lembar Kerja Rekayasa 1 Mapel Parkarya Kelas 9




Lembar Kerja Rekayasa 1 Mapel Parkarya Kelas 9

Nama : …………………………………Kelas :………….Kelompok :……………………………
1.      Apakah perbedaan obeng min dan plus jika dilihat dari bentuk dan fungsinya?
Obeng min : ……………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………..............................................................................................................................................................
Obeng plus ……………………………………………………………………………………….
……………………………………………………………………………………………………..............................................................................................................................................................
2.      Tuliskanlah 7 jenis tang dan fungsinya tujuan pembuatan produk kerajinan!
a.       …………………………………………………………………………………………………
b.      …………………………………………………………………………………………………
c.       …………………………………………………………………………………………………
d.      …………………………………………………………………………………………………
e.       …………………………………………………………………………………………………
f.       …………………………………………………………………………………………………
g.      …………………………………………………………………………………………………

3.      Lengkapilah tabel perbedaan kerajinan fungsi hias berdasarkan sumber bahannya berikut.
No
Jenis sakelar
Fungsinya
Gambar produk
1
Manual




2
Mekanik



















BULETIN SEVENTEEN : CERITA INOVASIKU DI PULAU DEWATA (Suhardin dalam Sebuah Testimony Sederhana)

Terpaan panas menyambutku ketika tiba di Bandar Udara Ngurahrai Provinsi Bali. Canda dan tawa telah menjadi pelipur dahaga dan lelah bersama rekan-rekanku. Tidak seperti tahun sebelumnya, kali ini aku tidak sendiri. Dua rekan sedaerah di Sultra dan beberapa guru dari Provinsi Sulawesi Selatan telah menemaniku semenjak dari Bandar Udara Sultan Hasanuddin.
“Guru inovator” kata sebagian kawanku di Kendari. Julukan itu, memang beralasan. Kegiatan yang kami ikuti adalah lomba inovasi pembelajaran (inobel). Semua peserta harus memiliki inovasi dalam pembelajaran. Tapi terserah kata mereka, terpentingnya bagiku adalah tamasya ke Bali. Selain sarana display dan karya tulis, peralatan selfie menjadi bahan utama dalam daftar barang bagasi. Namanya saja kota dengan seribu satu destinasi wisata. Belum ke sana jika tidak ada bukti. Jadi dokumentasi itu penting, kata kawan kerjaku sebelum berangkat.
Bertemu degan guru se-Indonesia menjadi hal yang paling berharga. Bisa mengenal kebiasaan dan pengalaman mengajar mereka lebih dekat. Belajar dari pengalaman itu merupakan pelajaran terbaik. Berbagai inovasi yang dibuat dapat menjadi ide dan gagasan baru dalam mengajar di Kendari. Tidak perduli cocok atau tidak, yang penting tampung lalu pertimbangkan. Bisa jadi dengan sedikit revisi dapat bermanfaat dalam memberikan semangat baru bagi anak didikku.
Suasana lomba menjadi waktu yang mendebarkan. Banyak hal yang dilakukan oleh peserta. Berbincang, keluar masuk kamar mandi, sibuk menata meja yang telah rapi,  bahkan ada yang terdiam menyendiri di sudut ruangan. Itulah cara mereka menghilangkan ketegangan. Kegiatan display merupakan penilain pertama dalam lomba ini. Setiap peserta dituntut mampu memperlihatkan media, strategi maupun keunggulan penelitiannya. Suasana riuh dengan ucapan keras berbaur dengan alunan music yang terdengar. Bukan karena pertengkaran maupun kegiatan tawar menawar, akan tetapi adu argument dan meyakinkan juri adalah penyebabnya. Siapaun dia dan apa saja alasannya, tidak mau kalah ataupun malu. Jadi bicara dan tunjukkan, merupakan aksi dominan setiap peserta.
Keteganganpun mulai menyelimuti peserta saat kegiatan presentase. Aku tahu dari percakapan mereka. Bahkan ada yang ngotot tampil hampir tengah malam agar bisa tidur nyeyak setelahnya. “Bapak kenapa kurang semangat dan suaranya kecil?” Kata seorang juri. “Maaf pak, saya tadi belum makan.” Kata peserta yang tampil di depan. Rupanya lantaran ketegangan, dia tidak enak untuk makan siang. Walaupun aku tegang, namun tidak terdekteksi oleh orang lain. Maklumlah saat presentase peserta lain, aku berusaha untuk tertidur walaupun sebentar atau memasang handset dengan alunan lagu kesukaanku. Hanya sebagian saja kejadian yang sempat teramatai. Jadi ketegangan mereka tidak terlintas seutuhnya dalam benakku.

Wisata edukasi menjadi acara yang paling ditunggu. Jalan-jalan …..! Wow, ini yang aku suka. Duduk dalam bus parawisata menjadi singkat saat menuju ke pantai water blue. Pemandangan alam yang mempesona sehingga memanjakan mata tidak luput dari setiap sisi penglihatanku. Dentuman ombak besar yang memecah pada batuan cadas serta hamparan taman yang apik dan mempesona menjadi penyemangat jiwa. Lelah beberapa hari, kini terbayar sudah. Berbagai peralatan selfie dengan merek yang berbeda mulai terlihat digenggaman para peserta. Model berfoto dan pilihan latar begitu beragam. Lucu, unik dan menghibur. Semua itu adalah luapan kegembiraan yang tidak dapat terukur dengan rupiah. Tidak hanya sampai disitu, Wisata Uluwatu dan Kawasan Garuda Wisnu Kencana menjadi destinasi berikutnya. Rasa lelah tidak dapat tersembunyikan, namun raut wajah sebagian besar peserta menyatakan isyarat keinginan untuk menikmatinya kembali di kemudian hari.
Kicau kata bertutur serentak terhenti, ketika pembawa acara membuka kegiatan penutupan Lomba Inovasi Pembelajaran Jenjang Pendidikan Dasar Tahun 2018. Saat dinanti akhirnya tiba. Satu persatu nama pemenang dibacakan. Sontak sorai dan tepuk tangan mengiringi langkah inovator baru dalam pembelajaran. Suasana menjadi berbeda saat nominasi pertama tiap bidang dibacakan. Bagai ketiban durian runtuh tanpa kulit, salah satu nama itu adalah aku. Alhamdulillah, kerja keras dan kerja sama dalam pembelajaran tenyata diapreasi baik oleh dewan juri. Aku sadar, kegigihan siswa-siswaku merupakan salah satu penentu  raihan prestasi yang diperoleh saat ini.

Bacajuga https://sultrakini.com/amp/berita/bekal-terasi-mengantarkan-guru-ini-juarai-ajang-inovasi-prakarya

Sabtu, 09 Juni 2018

BULETIN SEVENTEEN : PRAKARYA EXPAMNES INOVATIF DAN KREATIF







PRAKARYA EXPAMNES INOVATIF
 
Mengasah Kreativitas Melalui Prakarya, Suhardin
Hah! Iklan …, Nursabila,
Kemalangan yang Menjadi Keberuntungan, Nurul Najsmi Awwalia,
Kemampuan yang Berarti, Rahmawati,
Berguru pada Pengalaman, Royan Abdillah Fauzi,
Kesenangan Itu, Berawal dari Kerja Keras Tanpa Kenal Menyerah, Salzah Ferbrianti,
Pengalamanku Membuat dan Mempulikasikan Miniatur Lambu Balano, Santi Samria,
Ceritanya Motivasiku, Sartia,
Belajar Memasak dan Menjual Opor Ayam, Sitti Azzrahra,
Lambu Balano (Dalam Kisah yang Berarti), Sufilda,
Inspirasi dan Tindakan Guruku di Kelas, Wa Ode Siti Thahirah  
Mata Jarum dan Kesabaran, Wa Ode Ayuningsyah,
Kreasi yang Berpacu dengan Waktu, Waode Yuliani.
Aku Berdiri Tegar di Atas Keberanianku, Cahyanti
Jerih Payahku Sangat di Hargai, Aminah Azzah Nur Itsnaeni Suradin
Prakarya Itu, Mengajarkan Banyak Hal, Aulia Nurul Arijah
Jasuke, Frisqa Ardillah Hidayat
Barang Daur Ulang Jadi Peluang, Wa Ode Feti Liliana
Bekerja Sama Itu Penting, Muh. Rasyhar Hamka
Sabar dan Tekun untuk Sebuah Sulaman, Nurhasanah 

PRAKARYA EXPAMNES KREATIF


Mengajar Prakarya Melalui Seni, Suhardin
Motivasi Berbisnis dari Sang Motivator, Ainun Alya
Memupus Ego Melalui Prakarya, Aisyah Zulhijah
Cerita Suksesku, Aldha Syarief,
Guruku Panutanku, Alifah Almas Alwani,
Guruku Motivasiku, Andri Tendri,
Makna Sebuah Masakan, Anna Marselyani,
Sekapur Sirih Guru Prakaryaku, Anna Marselyanti
Pengalamanku yang Tak Terduga, April Priskilia Pasinggi,
Kejutan yang Bermanfaat, Arwinda,
Malige Pembawa Kebahagiaan, Aula Z.A Muzakti
Senangnya Berkreasi, Bebi Selia Arsita,
Kebahagiaanku Bersama Ibu Tercinta, Bilal
Keseharianku Bersama Guru Prakarya, Erni Rudi
Belajar Memasak dan Berwirausaha Opor Ayam, Erfandi Varelio Ilham, 
Wirausahaku Berawal dari Arahan Guru, Fitra Safira Tawulo,
Guru Favoritku, Gracya Julianingtyas D,


BERDIFERENSIASI DI UJUNG TELUK

  Usai paparan materi, baru diri tersadar akan sebuah hal. Sekolah ini pernah menjadi jalan dalam menyusun skripsi dua puluh lima tahun lalu...