Rabu, 30 Juni 2021

CARA DAN SYARAT PENDAFTARAN ULANG PPDB SMPN 17 KENDARI TAHUN 2021 - BULETIN SEVENTEEN EDISI KHUSUS

 

Calon Peserta Didik baru yg dinyatakan Lulus Pada SMPN 17 Kendari agar mengisi form data pada link berikut sebelum mengajukan berkas pendaftaran ulang.

Mohon isi link dengan huruf kapital.

https://forms.gle/69QamLfThPpeqqURA


Untuk DIINGAT!

Pendaftaran Ulang akan dilaksanakan Mulai Tanggal 1 sd 3 Juli 2021. MOHON PATUH DALAM MENJALANKAN PROTOKOL KESEHATAN (PAKAI MASKER, JAGA JARAK DAN SERING MENCUCI TANGAN, MENGAMBIL NOMOR ANTRIAN PENDAFTARAN SAAT PENGAMBILAN SERAGAM DAN LOKET PENDAFTARAN)

 

Tata Cara Pendaftaran :

1. Calon peserta didik melapor pada Loket berdasarkan zona kelurahannya, Petugas loket kemudian memeriksa apakah Calon Peserta Didik Baru tersebut telah benar Terdaftar pada PD yg dinyatakan lulus/ tidak

2. Loket Mengarahkan Ke Calon Peserta Dididik Baru untuk mengambil seragam dan Atribut terlebih dulu Ke Koperasi, kemudian setelahnya lalu Kembali lagi Ke Loket

3. Loket Memeriksa MAP/ Berkas Calon Peserta Didik Baru yg pernah mendaftar online apakah berkasnya sudah lengkap atau belum Jika berkasnya belum lengkap mohon petugas  Loket meminta untuk di Lengkapi dulu (Berkas Lengkap berupa : Foto Copy SKHU/ SKL, Foto Copy Kartu Keluarga, Foto Copy Akta Kelahiran dan Asli pernyataan Keabsahan Dokumen. Masing2 1 lembar )

4. Loket Menyerahkan  blanko Surat Pernyataan untuk di isi, dan mengingatkan  untuk mengisi Link yg telah disiapkan Panitia

5. Calon Peserta Didik Mengembalikan blanko surat pernyataan yg telah di tanda tangani dan di tempel pas foto,  melengkapi berkas yg kurang saat daftar online kemarin dan melihat bukti pengisian link dan melampirkan pas foto ukuran 3 x 4 cm sebanyak 2 lembar

6. Siswa yang memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) agar menyetorkan foto kopinya sebanyak satu lembar.

7. Pendaftaran Selesai

 

Yang harus di persiapkan Calon Peserta Didik Baru dalam Pendaftaran Ulang

1. FC. SKHU/ SKL

2. FC. Kartu Keluarga

3. FC. Akta Lahir

4. Asli Surat Pernyataan Keabsahan Dokumen

5. Pas Foto 3x4 sebanyak 3 lembar

6. Uang Seragam & Atribut Sekolah

7. FC. KIP bagi yang memiliki sebanyak 1 lembar


Jika ada hal yang tidak dimengerti, agar bertanya pada loket informasi pada saat mendaftar.

Sumber berita : Panitia PPDB 2021 SMPN 17 Kendari Via WA  pukul 14.23 - 16.11 WITA

Selasa, 29 Juni 2021

BULETIN SEVENTEEN : MENEMUI PAK SUHARDIN - Rani Rahmayani Kelas 8.1

 

Hari yang cerah, namun tidak seindah hatiku. Waktu dimana saya dipanggil untuk menemui pak guru. Dia bernama Pak Suhardin. Saya berangkat sekolah bersama papa. Ini tugas pertama sebagai syarat menghadap padanya. Untung saja, hari ini papa lagi tidak sibuk. Berjalan bersamya terasa nyaman. Alhamdulillah perjalanan kami berdua baik baik. Artinya kami pun tiba ditujuan dengan selamat.

Namun sayang seribu sayang. Walaupun masih pagi, guruku tidak dapat ditemui. Kami pun harus menunggunya. Bukan belum datang, tetapi beliau masih mengikuti rapat. Untung saja tempatnya di sekolah, jadi tidak jauh. Waktunya tidak sebentar. Itulah sebabnya, papa memilih pulang saja. Bukan tidak mau menemaniku. Dia memilih menunggu di rumah saja. Pesanya, jika guruku telah usai rapat agar menelponya.

Aku segara meraba kantung celana. Mencari letak handphone dengan cepat. Setelah menekan nomornya, akupun memberitahukan papa untuk segera ke sekolah. Aku pun menemui guruku untuk membuat janji bertemu siang itu. Setelah menunggu beberapa saat, papa pun datang menemuiku.

Setelah mengurus keperluan beberapa siswa lain, kahirnya giliranku datang juga. Kami memang harus antri dengan menjalankan protocol Kesehatan. Papa segera menemui guruku di ruang guru. Banyak hal yang mereka bicarakan. Semua tentang pembelajaranku selama ini. Aku pun mengakui kelalaianku selama ini. Banyak waktu belajar yang tidak diikuti.

“Kamu punya handphone sendiri?”

“Iya pak.”

“Seharusnya dimanfaatkan untuk belajar dengan baik.”

Begitulah salah satu percakapan kami. Dia pun memberikan kesempatan untuk menuntaskan pembelajaran “daringa masa pandemic.” Mengenalkan blog dan youtube pembelajaran serta menuntunku untuk paham tugas yang akan diselesaikan. Guruku banyak bercanda saat berbicara. Suasananya pun tidak tegang. Bukan hanya kepadaku, saat berbincang dengan papa juga begitu. Kadang kami pun tertawa bersamaan.

Aku mendengar banyak yang mereka bincangkan. Mulai dari pekerjaan, aktivitasku maupun pemanfaatan handphone di rumah. Aku tidak paham, kenapa guru menanyakan semua itu. Dia pun menulisnya di buku besarnya. Tetapi yang penting nilaiku tuntas. Beliau juga menjelaskan hal-hal penting yang harus dikerjakan. Tujuannya agar mudah melakukannya. Pelajaran Sains memang tidak gampang. Namun setelah menonton video pembelajaran di youtube guruku dan membaca materi diblognya, semuanya menjadi jelas.

Diapun memberikan tugas lain. Menurutku, ini gampang-gampang susah. Membuat cerita pembelajaran yang telah diikuti. Testimoni ini menjadi salah satu tugas penutup semester ini. Saranya, agar aku bisa berkreativitas sesuai dengan pikiran sendiri. Inilah cerita yang aku tampilakan. Semoga bermanfaat.






BULETIN SEVENTEEN : PENGALAMAN BERTEMU GURUKU - Rezky Saputra Kelas 8.1


 

“Kamu temui dulu Pak Suhardin secepatnya ya!” Kata Wali Kelasku.

Begitulah titah orang tua kelasku. Guru yang selalu memberikan informasi tentang masalah yang terjadi dikelas. Hari Sabtu menjadi pilihan waktu untuk menemuinya. Harapannya, orangtuaku memiliki waktu lowong. Ini “tanggal tua” artinya waktu diakhir-akhir bulan. Jam depalan pagi tanggal 19 Juni 2021, aku sudah berada di sekolah. Sangat sedikit orang saat itu. Hal ini karena dilakukan pembatasan kegiatan. Mengecek suhu dan melewati ruang sertrilisasi menjadi kegiatan awal masuk di pintu gerbang sekolah.

Hari ini, aku ditemani ibu. Itu menjadi syarat untuk menghadap pada Pak Guru. Itulah alasanya untuk tidak datang sendiri ke sekolah. Rasa syukur dengan mengucapkan “Alhamdulillah” karena bisa datang ke sekeloah dengan selamat. Guru menyampaikan, jika dengan pendamping maka aku tidak bisa ke mana-mana setelah berurusan. Akibat kondisi wabah yang belum usai, dia pun menyerankan untuk tetap mengenakan masker selama berada di sekolah. Jaraknya pun harus jauh. Minimal satu meter setiap orang jika duduk berdekatan.

Hanya sayang, saat akan berkonsultasi guruku harus mengikuti rapat terlebih dahulu. Menunggunya diruang terbuka hijau menjadi pilihan. Beberap saat kemudian, kami dipersilahkan bersantai di ruang guru. Betapa senangnya melihat sosok guruku masuk dari pintu samping. Akhirnya ibuku menemuinya untuk berkonsultasi.

Aktivitas dan cara belajarku ditanyakan. Hambatan yang dialami dalam pembelajaran juga diutarakan oleh ibuku. Bagaimana memanfaatkan handphone? Kondisi jaringan internet dan paket data juga menjadi catatan guruku. Dia selalu menuliskan sesuatu dibuku hijau besarnya setelah bertanya pada kami. Alamat dan nomor kontak orang tua pun ditulisnya. Tidak lupa beliau menceritakan hal-hal penting dalam pembelajaranku selama ini.

Wah, sayang sekali. Setelah memeriksa tas, buku catatanku terlupa di rumah. Ibuku akhirnya memberikan saran untuk pulang mengambilnya. Untung saja rumah dekat dengan sekolah. Tidak membutuhkan waktu lama untuk datang kembali ke tempat semula.

Nilai yang kurang akhirnya mendapatkan jalan keluar untuk menuntaskannya. Setelah memeriksa buku catatanku, dia lalu memberi nilai untuk kerja kerasku. Tanda tangan dan catatan kecil dibubuhkan dalam buku tersebut. Bagiku ini menjadi pelajaran agar kedepanya dapat menjadi lebih baik. Akhirnya kami pun pamit untuk pulang. Tidak lupa beliau menyarankan untuk membasuh kedua tangan dengan cairan pembunuh kuman sebelum meninggalkan ruang.

Begitulah pengalamanku, saat bertemu guru Prakaryaku. Dia Bernama Pak Suhardin. Setelah setahun belajar secara “daring” akhirnya hari ini bisa bertemu muka dengannya. Terimaksih guruku, kini aku bisa tersenyum lebar. Keluh kesahku tentang ketuntasan materi pelajaran telah mendapatkan jalan keluarnya.

Senin, 28 Juni 2021

AJARAN PADI PADA JARYAH MENGAJARKU

 

Catatan Kecilku - Nilai tidak penting, hati dan jiwa jauh lebih bermakna

Mengajar harus berproses. Hasilnya tidak Nampak secepat cahaya. Bukan persoalan pintar, google dan aplikasi jauh lebih unggul. Mengajar dalam sekolah berarti mendidik. Inilah yang menjadi pegangan dalam beramal.

Aku bukan sok jago dan ingin lebih baik. Guru itu manusia, semua tidak ada yang sempurna. Olehnya itu, ajar bukan sekedar tahu namun paham. Itulah harus ada timbal balik. Jika searah namanya otoriter. Itulah mengapa nilai dalam angka hanya sepele dan tidak begitu penting. Karakter dan amalan pelajarannya menjadi yang utama.

Apalah artinya jenius  namun salah tindak dan akal, tentu membawa bencana. Inilah keunggulan manusia kreatif serta berkemauan positif.  Walaupun sedikit ilmu jika bermanfaa akan membawa banyak hal baik.

Mungkin ada yang tidak sependapat ataupun menentang opini ini. Itu lumrah! beda berpikir tentu cara pengabdiannya pun berbeda. Setiap orang memiliki trik tertentu dalam menjalani hidup. Nah…Ini adalah gaya pilihanku dalam mencuri amal. Sudilah menyimaknya agar bisa memahani hati dan pikiranku.

Pengajar bagai petani. Benih yang ditanam akan terlihat tiga hingga enam bulan kemudian. Jangan hanya tau cara menanam! Memelihara dengan hati menjadi penting. Selalulah cari tau dan selalu mencoba yang baru tentunaya! Hal itu bisa menjadi jembatan keberhasilan panen yang melimpah. Begitulah mendidik, tidak hanya sekedar mengajar. Membimbing jauh lebih bermakna. Mau pintar, melalui google pun bisa kan?

Ingatlah, seseorang tidak perlu pintar,  karena pandai jauh lebih bermakna. Ingat cerita kancil dimasa kecil? Perlu diceritakan Kembali tentang akal monyet dan kura-kura? Pandai pun tidak cukup jika jiwa dan hati bersebelahan jauh. Tentu salah satunya harus mampu beradaptasi serta bersosialisasi dengan baik.  Tekun, rajin, bertanggung jawab, jujur, tidak berputus asa, tau kesalahan dan keunggulan, bersaing dengan sehat untuk maju serta nilai-nilai lain yang bermanfaat.

Sentuhan lembut pada padi bukan hanya memupuk tetapi juga mencegah gulma dan hama. Apalagi anak manusia? Banyak pengaruh yang datang dalam belajar. Disinilah riset kecilnya. Berbincang dengan mereka mengandung arti yang penting. Ada kritik maupun masukan. Bukankah kegagalan awal memulai keberhasilan. Banyak masalah belajar yang terungkap. Itu berarti harus ada perubahan. Pupuk maupun pembasmi hamanya tidak sesuai. Menggantinya butuh perhitungan yang matang.

Orang tua punya penjelasan. Banyak pelajaran yang dipetik. Nasihat bisa keluar dari lisan, ketika zona anak menyimpang. Aturan harus tegas namun tidak mengikat. Selalu ada pengecualian yang positif. Bukan memudahkan tetapi membelajarkan. Hasil bukan sekedar upaya guru dan murid. Butuh perhatian orang tua sebagai sahabat terdekat mereka.

Banyak hal yang dipetik. Banyak pula pujian dan harapan yang terucap dengan lantang. Semua refleksi bagi pengajar penentang jaman. Keluh dan kesah itu menjadi acuan penting dalam menilai. Tentu ada tagihan namun tidak berat untuk dipikul. Ini jangan terabaikan agar tidak terasa gratis serta jauh manfaat. Tetapi ingat, asas adil dan berkesinambungan itu jangan terlupakan. Berbincang dengan siswa dan orang tua dapat membantu proses selanjutnya.

Umur Panjang, mereka akan ditemui tahuan ajaran mendatang. Jika digampangkan akan membawa bencana. Riang kemenangan mereka, tamparan keras buatku. Manja, pandang enteng, menganggap remeh dan selalu cuek adalah efeknya. Aku pun tidak ingin kejadiannya membawa petaka.

Ungkapan “setiap orang membawa rezekinya” dan “tidak ada yang tahu masa depan seseorang” serta “kadang orang yang dianggap buruk bisa baik nantinya” adalah benar. Tetapi rezeki, masa depan dan perubahan itu adalah proses. Bukankah semua itu perlu usaha dan pemikiran? Aku tidak ingin berikan hal yang sedikit pada mereka. Harapanya adalah mendapatkan pahala lebih banyak. Tentu dari  sedikit upaya kecil pada tindakanku.

Hati kecil dan keinginan besarku, mereka tetap naik kelas dengan nilai yang minimal cukup. Harapan itu telah terabit dalam keputusan. Namun bantulah aku untuk melihat senyuman mereka lebih lebar. Kabarkan saja untuk datang menghadapku. Sebagai pendidik aku ingin melihat senyuman mereka lebih lebar dan sangat bahagia, tetapi bukan sekarang. Nanti setelah mereka beranak-cucu. Bahwa baktiku membawa hal baik dalam dirinya.

Bukan dari kebaikanku dengan memberikan nilai gratis. Semuanya adalah usaha mereka sendiri. Aku hanya memotivasi dan memberi jalan keluar terbaik. Kelak cerita ini akan sampai beranak-cucu. Mereka itu wartawan kecil. Penyebar berita kebanyak penjuru. Ingin sekali, kabar dan beritanya baik untukku maupun tempat abdiku. Inginku, orang lainnya menganggap baik, sehingga bisa mendengar sapaan kecil tentang kerjaku dan kinerja  sekolahnya.

Upayaku mengajar dengan hati memang tersandung corona. Tapi caraku sudah maksimal sebagai guru penantang jaman. Sudilah memberikan kesempatan untuk membangun jembatan pensil. Usahaku kini ingin ku tuai saat esok dan lusa. Memang keras dan sedikit merepotkan. Namun perhatian khusus sangat aku butuhkan. Aku berharap besar kelak, ulah dan cara mereka akan berubah. Minimal menghargaiku sebagai guru karena aku menilai dengan sepenuh hati.

Ada kata pepatah yang terus teringat. Jika ingin sesuatu, usaha adalah jalannya. Jangan berharap buah manis jika tidak menyemai. Semoga upaya tidak menghianati hasil. Tidak ada makan siang enak yang gratis. Walaupun itu hanya setitik sedekah. Minimal sebuah doa dan Tindakan baik yang bisa menghantarkannya. Ikhtiar itu selalu didahului usaha. Tanpa itu, hampa namanya.

Berikan aku kesempatan, menilai mereka dengan hati dari usahanya. Bukan keras dalam menilai tetapi kelembutan hatiku lah penyebabnya. Tersimpan keinginan besar, agar kelak mereka berhasil dengan kesan yang baik.

Aku sisipkan kisahku hari ini. Guru senior menjadi penjaga loket membawa hikmah tersendiri. Saat berhadapan dengan seorang ibu muda mendapat sanjungan yang tidak terduga.

“Aku rindu dengan tanda tangan keren itu pak.” Katanya sambal mengamati validasi berkas yang aku lakukan.

“Memangnya kepanap bu?” Tanyaku.

“Dahulu, buku pelajaranku banyak dibubuhi oleh tanda tangan bapak. Cap tangan yang keren itu selelu bersanding dengan nilai hasil kerjaku.”

“Ah, semua guru juga begitu nak.”

“Tapi, bapak yang paling banyak dan rajin menilai.”

“Memangnya apa kelebihan tanda tangan ini nak.”

“Rapi dan memotivasi saya untuk berubah.”

“Memangnya dahulu kamu malas mengerjakan tugas?”

“Boleh dibilang begitu, tapi catatan kaki yang bapak berikan selalu memberiku petunjuk untuk berubah.”

“Ah, nak. Itu masa lalu.”

“Tidak pak. Anak saya ini ingin diajar oleh bapak. Semoga kelak dia bisa berubah lebih baik dari saya.”

Pujian itu sebagai pamungkas berkas pendafataran yang dikerjakan. Sehari menjadi renungan. Kerja kecil itu masih diingat setelah 10 tahun berlalu. Dahulu ibunya, kini anaknya bersekolah di tempat yang sama. Padahal kadang aku hanya memberikan nilai minimal cukup untuk naik ke jenjang berikutnya. Bukan nilai kurang sehingga mereka tertunda rezekinya.

Inilah salah satu pohon padi yang aku temukan. Sebagai pengajar, ingin bulir padi itu besar, wangi dan rasanya enak dimakan. Butiran lainya bisa menjadi benih selanjutnya. Bahkan kepandaian mereka dapat membuat bibit yang lebih unggul. Tindaknya dapat membawa kesejahteraan pada orang banyak. Semoga amal jariah itu tetap lahir setiap musim panen yang melimpah.

 

BULETIN SEVENTEEN : RAPOR YANG TERTUNDA - ADR 8.1




Satu persatu nama dipanggil kedepan kelas. Setiap siswa tidak sendiri, tetapi ditemani oleh orangtua. Seperti halnya yang lain, aku ditemani oleh orang terdekat. Saat ini memang pendemi wabah corona masih melanda Kendari. Kami pun dianjurkan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Setelah giliranku, kami segera menemui wali kelas. Namun harapan menerima laporan pendidikan sedikit tertunda. Buku itu ditahan sementara. Alasannya, masih ada tugas prakarya yang harus dituntaskan. Hal ini disebabkan, saya tidak bisa mengikuti pelajaran tersebut. Setelah dijelaskan oleh Pak Guru, orang tuaku pun paham apa masalahnya. Ada beberapa pertanyaan yang diajukan tentang masalah belajar di rumah.

Tugas pengganti pun diberikan untuk mengisi nilai yang kosong tersebut. Rupanya, bukan hanya aku yang bermasalah dalam belajar. Ada beberapa orang juga diberikan penjelasan tentang cara mengganti pembelajaran yang tidak diikuti. Ada kemudahan yang diberikan oleh Pak Guru. Materinya tidak usah disalin tetapi di print lalu diisi dan setorkan kembali. Hasil kerja itu diperintahkan untuk disetorkan kembali seperti halnya yang lain.


Buletin Seventeen : Tugas Pengganti - Franz Kelas 8.1

 





Aku Bersama ibu menemui guru pagi itu. Pandemi wabah Corona yang masih melanda menyebabkan tetap memakai masker dan menjaga jarak.  Selasa yang cerah itu tertulis tanggal 22 Juni 2021. Begitulah yang terlihat pada handphoneku. Tujuan kedatangan kami adalah menyelesaikan tugas pembelajaran yang tidak dikerjakan.

Sekolah yang sunyi membuat suasana berbeda saat belajar dahulu. Kami berjalan kaki ke sekolah. Hanya butuh beberapa menit saja kami telah tiba di sekolah. Rumahku memang dekat dengan sekolah. Walaupun masih pagi, Pak Guru sudah berada di sekolah. Aku dengan cepat menemuinya di depan kantor. Ada beberapa pertayaan yang diajukan oleh guru itu. Bukan susah dijawab tetapi berat untuk dikatakan. Belajar dari rumah memang susah dilakukan. Guruku menanyakan masalah yang dihadapi selama belajar. Dia mencatat perkataan aku dan ibuku di bukunya.

Untung saja tugas yang diberikan telah dikerjakan. Dia langsung memeriksa lembar demi lembar. Membaca lalu menanyakan beberapa hal kepadaku. Kamu mengerti ini nak? Itulah salah satunya. Setelah selesai diapun menandatanganinya lalu memberikan nilai. Aku pun senang bisa menuntaskan pembelajaran Prakarya pada semester ini. 



Rabu, 09 Juni 2021

BULETIN SEVENTEEN : KETENTUAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SMPN 17 KENDARI TAHUN 2021

 


PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SMPN 17 KENDARI TAHUN 2021

 Berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Olahraga dan Kepemudaan Kota Kendari Nomor 800/1621/2021 pada Bulan Mei 2021.

Persyaratan calon peserta didik baru kelas 7 (tujuh) SMP yaitu:

1) Berusia maksimal 15 (lima belas) tahun pada tanggal 1 Juli 2021 dan memiliki ijazah SD/sederajat atau dokumen lain yang menjelaskan telah menyelesaikan kelas 6 (Enam) SD ;

2) Sekolah yang menyelenggarakan pendidikan khusus dan/atau layanan khusus dapat melebihi persyaratan usia sebagaimana dimaksud pada huruf a;

3) Memiliki kartu keluarga orang tua/wali yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil kota kendari ;

4) Surat keterangan domisili hanya diperuntukkan bagi calon peserta didik dan orang tua/walinya yang tidak mempunyai Kartu Keluarga sebagaimana dimaksud pada huruf c tetapi tinggal dan bekerja di kota kendari ; dan

5) Surat Keterangan domisili sebagaimana dimaksud pada huruf d dibuktikan dengan surat keterangan domisili yang dikeluarkan oleh ketua RT mengetahui Ketua RW dan Kelurahan dan dilampiri fotocopi surat tugas orang tua/wali dari pimpinan tempat bekerja.

DAYA TAMPUNG

Setiap satuan pendidikan SMP dapat menerima peserta didik baru paling banyak 11 (sebelas) rombongan belajar dengan maksimal 32 (tiga puluh dua) peserta didik per rombongan belajar.

Jumlah rombel masing – masing satuan pendidikan ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Kendari berdasarkan usul satuan pendidikan yang mengacu pada jumlah ruang kelas yang tersedia dan jumlah anak usia sekolah.

SMPN 17 Kendari memiliki daya tapung 224 orang dengan zona kelurahan adalah  1. ANAIWOI 2. BENDE 3. KADIA 4. PONDAMBEA 5. ANAWAI 6. BONGGOEYA 7. MATAIWOI 8. WUA-WUA 9. KORUMBA 10. WAWOWANGGU 

JALUR PENDAFTARAN

PPDB untuk SD dan SMP dilaksanakan melalui Jalur Pendaftaran sebagai berikut

1) zonasi

jalur zonasi diperuntukkan bagi peserta didik yang berdomisili di dalam wilayah zonasi yang dibuktikan dengan alamat pada kartu keluarga atau surat keterangan domisili dari RT atau RW yang dilegalisir oleh Lurah atau Pejabat setempat lain yang berwenang menerangkan bahwa peserta didik yang bersangkutan telah berdomisili paling singkat 1 (satu) tahun sebelum tanggal pendaftaran PPDB

Jalur zonasi peserta didik baru SMP minimal 70% dari daya tampung sekolah.

2) Afirmasi

Jalur afirmasi diperuntukkan bagi peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu yang dibuktikan dengan dokumen keikutsertaan peserta didik dalam program penanganan keluarga tidak mampu dari Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah seperti Program Keluarga Harapan (PKH)/Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) ; dan 2) jalur afirmasi peserta didik baru SD dan SMP paling sedikit 15% (lima belas persen) dari daya tampung sekolah.

3) Perpindahan tugas orang tua/wali

Perpindahan tugas orang tua/wali diperuntukkan bagi peserta didik yang mengikuti orang tua/wali pindah tugas yang dibuktikan dengan surat penugasan dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang mempekerjakan ;

jalur perpindahan tugas orang tua/wali peserta didik baru SD dan SMP paling banyak 5% (lima persen) dari daya tampung sekolah.

4) Prestasi

Jalur prestasi ditentukan berdasarkan nilai Ijazah dan/atau hasil perlombaan dan/atau penghargaan dibidang akademik maupun non-akademik pada tingkat internasional, tingkat nasional, tingkat provinsi, dan/atau tingkat kabupaten/kota.

Jalur prestasi peserta didik baru SMP yang berdomisili di luar zonasi paling banyak 10% (sepuluh persen) dari daya tampung sekolah

Pendaftaran melalui Jalur Prestasi akan ditutup secara otomatis apabila telah mencapai kuota ;

CARA MENDAFTAR

Pendaftaran PPDB jenjang SMP dilakukan melalui mekanisme dalam jaringan (daring)

1) Calon peserta didik baru melakukan login pada laman PPDB kota kendari di website http://dikmudora.kendarikota.go.id/ppdb/ ;

2) Mengunduh surat pernyataan keabsahan dokumen, diisi dan ditandatangani diatas materai 10.000 dan diunggah kembali bersama dokumen lainnya ;

3) Mengisi formulir pendaftaran pada laman tersebut ;

4) Hanya dapat memilih 1 (satu) jalur pendaftaran PPDB dalam 1 (satu) wilayah zonasi ;

5) Dapat melakukan pendaftaran PPDB melalui jalur afirmasi atau jalur prestasi diluar wilayah zonasi domisili peserta didik sepanjang memenuhi persyaratan, selain melakukan pendaftaran PPDB melalui jalur zonasi ;

6) Mengunggah salinan surat keterangan lulus SD atau sederajat ;

7) Mengunggah salinan akta kelahiran/surat keterangan lahir dan kartu keluarga bagi yang memilih jalur zonasi ;

8) Mengunggah salinan kartu PKH/KIP bagi yang memilih jalur afirmasi ;

9) Mengunggah surat penugasan orang tua/wali dari instansi, lembaga, kantor, atau perusahaan yang mempekerjakan bagi yang memilih jalur perpindahan tugas orang tua ;

10) Mengunggah salinan surat keterangan lulus SD atau sederajat dan bukti prestasi yang disyaratkan bagi yang memilih jalur prestasi ;

11) Mencetak bukti pendaftaran ;

12) Memantau perkembangan calon pendaftar setiap saat dan dapat merevisi pendaftaran bila data terpantau telah berada pada posisi diluar daya tampung. Revisi pendaftaran dapat dilakukan setelah berkoordinasi dengan operator sekolah.

 

CATAT WAKTUNYA




https://www.youtube.com/channel/UCAOLu5GRpnAtJSN6ZoPlmRw

https://youtube.com/channel/UCAOLu5GRpnAtJSN6ZoPlmRw




BERDIFERENSIASI DI UJUNG TELUK

  Usai paparan materi, baru diri tersadar akan sebuah hal. Sekolah ini pernah menjadi jalan dalam menyusun skripsi dua puluh lima tahun lalu...