Senin, 07 September 2020

BULETIN SEVENTEEN : Kisahku, Mengenal Alat Reproduksi Pria (Dheo Aldy Saputra Kelas 9.2)

 


Hai semua! Saya bernama Dheo Aldy Saputra. Sekarang duduk di kelas 9, tepatnya di kelas 9.2. Saya akan menceritakan sedikit tentang pengalaman dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Kesempatan ini berkisah tentang alat reproduksi pada pria. Materi ini diberikan pada minggu pertama atau materi paling awal dalam pelajaran IPA. Karena saya adalah murid baru, sempat berfikir bagaimana guru yang akan mengajar pelajaran IPA nanti? Apakah baik? apakah galak?. Itu masih dalam hayalan.

Hari pelajaran IPA pun tiba, dan yang mengajar adalah seorang bapak guru, namanya Pak Suhardin. Pelajaran pun dimulai. Pak guru memberikan suatu video di youtube untuk ditonton.

“ Anak – anak silahkan dilihat materinya dan berikan kesimpulan pada kolom komentar dibawah.” Kata Pak Suhardin melalui grup on line.

Saya pun langsung  membuka video itu, lalu  berkomentar berupa kesimpulan dari materi yang telah diberikan melalui youtube. Bagi anak yang menyimak pasti dapat memberikan kesimpulannya. Saya pun mudah memberikan kesimpulan karena telah menyimak video tersebut. Awalnya ragu, berapakah nilai yang akan didapat nanti. Ketika saya menonton video tersebut, saya juga kagum melihat hasil video. Mengapa.? Karena teknik atau cara pak guru mengedit sangat bagus.  Anak – anak dapat secara cepat memahami materi pelajaran.

   Nah! Teman – teman, kita membahas sedikit tentang materi alat reproduksi pria. Pelajaran ini terbagi menjadi 4 sub materi yaitu ciri sekunder alat kelamin pria, proses spermatogenesis, pembagian alat kelamin pada pria dan fungsi khusus setiap bagian tersebut. Saya menyimak sub materi pertama yaitu ciri sekunder pada alat kelamin pria. Teman – teman! Ternyata ciri sekunder pada alat kelamin pria ini, bisa di liat secara kasat mata. Hal itu menandakan bahwa, seorang lelaki sudah beranjak dewasa loh!

Ciri – ciri sekunder pada pria itu antara lain kulit  menjadi agak kasar dan pori pori kita terlihat jelas serta akan tumbuh jerawat. Ternyata ciri sekunder ini telah saya alami. Kedua, mulai tumbuh rambut – rambut di bagian ketiak, di dagu, kemudian di atas bibir serta di bagian alat kelamin. Ciri ini pun sudah saya alami semua kecuali, tumbuh rambut di bagian dagu. Apakah teman – teman sudah mengalaminya?. Nah! Selanjutnya nada suara semakin keras atau berubah loh! Terlihat otot yang menonjol, dada bidang, dan bahu menjadi rata. Jadi seperti tentara gitu! Hahahaha. Terakhir yang dipelajari adalah tumbuhnya jakun. Ini semua tanda atau ciri sekunder pada alat kelamin pria.

    Nah teman – teman! Jika ada kelamin ciri sekunder, berarti ada pula ciri primernya.  Prosesnya dikenal dengan spermatogenesis. Pada materi ini awalnya saya kurang mengerti. Tetapi ketika  menonton secara berulang – ulang, akhirnya dapat memahaminya. Ternyata banyak proses yang dilalui untuk menghasilkan sebuah sel sperma loh! Proses ini terjadinya di testis. Sel sperma ini jika sudah matang, harus keluar dari tubuh. Proses inilah yang biasa disebut mimpi basah. Bukan kencing celana yaaa.

Proses terbentuknya sel sperma ini lumayan panjang, jadi saya agak lupa. Hahaha…. Jadi kita lanjut ya, karena materi proses pembentukkan sel spermanya tidak terungat secara utuh. Tetapi, jika  teman – teman ingin mengetahuinya bisa mengunjungi channel youtube pak guru.  Lampirkan lamannya https://youtu.be/AgFTc9en7Mg , jangan lupa di subscribe yaa!. Nah karena saya sudah lampirkan laman youtube nya, teman – teman bisa langsung melihat materi - materi berikutnya. Jadi untuk pengalaman menonton materi di youtubenya cukup sampai sini. Eitsss, jangan kuatir, kita lanjut ke meneggangkannya mengisi LKS dan Ulangan Harian.

   Teman – teman setelah kita menonton video dan memberikan kesimpulan, pak guru memberikan lembar kerja siswa untuk dikerjakan. Awalnya saya merasa agak sulit dalam mengisi jawabanya. Ternyata semua jawaban ada di dalam video penjelasan yang diberikan. Jadi saya bisa langsung saja menyelesaikannya. Soalnya agak sedikit sulit, jadi merasa ragu untuk mendapat nilai sempurna. Tetapi saya dengan optimis tetap mengerjakannya. Soal biasanya hanya sedikit yang diberikan, tetapi jawabannya sangat panjang. Harus teliti dalam memperhatikan tentang hal yang diminta dari soal tersebut.

Ada yang membuat saya sangat kesal. Apa itu?. Masalah itu adalah, teman – teman saya banyak yang meminta jawaban pada saya.

“ Dheo, jawabanmu nah yang IPA.” Kata mereka dengan santai.

Padahal saya mengerjakannya dengan penuh perjuangan untuk mendapatkan jawaban yang benar. Terkadang saya menjawab dengan berbagai alasan.

“ Ohh, saya belum mengerjakan soal itu.” Jawabku sambil tertawa dalam hati.

Anehnya, mereka percaya atas alasan yang saya ungkapkan. Terkadang saya tidak membaca pesan mereka, tetapi mereka tidak berhenti mengirim pesan itu. Pernah loh, suatu ketika ada teman saya yang meminta jawaban, namun saya tidak membaca pesannya. Dia tidak berhenti mengirim pesan hingga puluhan pesan. Dia juga terkadang menelfon saya, tetapi saya tidak mengangkatnya. Itulah teman – teman ku. 

Teman – teman tahu tidak, kalau pak Suhardin ini adalah guru yang sangat memperhatikan bahasa yang digunakan. Jadi, jika kita mengisi kesimpulan LKS dan ulangan  harus menggunakan EYD dan tanda baca yang baik dan benar. Itu bukan mempersulit ya teman – teman, tetapi untuk melatih atau membenahi bahasa Indonesia kita. Awalnya saya merasa dipersulit.

“ Kenapa pak guru ini gak jadi guru bahasa Indonesia saja.” Ungkapku dalam hati.

Tetapi saya mulai berfikir bahwa bahasa yang kita gunakan sekarang itu, sudah melenceng dari bahasa Indonesia yang baik dan benar.

   Ehh, teman – teman belum bosan kan dengar cerita saya. Masih panjang loh... Kita lanjut pada bagian mengerjakan ulangan. Bagian ini adalah hal yang paling meneganggkan. Ulangan yang diberikan biasanya melalui aplikasi Classroom ataupun diberi di dalam grup WhatsApp. Saya lebih menyukai Ulangan di aplikasi Classroom, Mengapa.? Karena di aplikasi ini, kita langsung dapat mengetahui nilai yang kita peroleh. 

Soal ulangan yang  paling susah dari materi alat reproduksi pria dan merupakan jawaban terpanjang adalah bagaimankah proses spermatogenesis?. Nah itu adalah soal yang paling lama saya kerjakan.

“Gak lama jariku ini keriting” ungkapku saat mengerjakan ulangan tersebut.

Setelah saya selesai megerjakan ulangan tersebut saya langsung mengumpulkannya. Kerena pak guru hanya memberi waktu yang singkat. Teman – teman saya pun banyak yang mengirim pesan kepada saya.  

“ Dheo, kamu ngertikah. Aku gak ngerti sekali nah.” Ungkapnya, dengan memberikan emosi menangis. Saya pun menjawabnya.

“ Saya ya mengerti saja”.

Padahal saya juga agak kesulitan. Tetapi saya terus mejawab sebisa mungkin.

   Guyss…. Belum pada mengantukkan dengar ceritaku?  Nih kita masuk bagian yang mudah namun paling banyak memakan waktu. Teman – teman kalian tahu tidak? Dari semua bagian dalam pembelajaran alat reproduksi pada pria, bagian inilah yang paling lama diselesaikan. Padahal bagian ini sangatlah mudah bagi yang menyimak perintah dari pak guru. Bagian itu ialah mengumpulkan tugas dan ulangan. Tentu kalian berfikir, mengapa mengumpulkan tugas saja lama? Padahal hanya tinggal mengirim saja. Membuat lama itu akibat siswa yang tidak menyimak perintah dari pak guru.

   Begini…

“Anak – anak silahkan kumpul tugas atau ulangannya dengan catatan : memberikan nama pada setiap lembar jawabannya, foto dengan jelas jangan terpotong sana terpotong sini, dan jangan berebutan.” Kata Pak guru.  

Sudah jelaskan perintahnya, tetapi masih ada saja yang mengirim tugasnya dengan sembarangan. Ada yang mengirim terpotong, buram, gelap, dan tidak ada namannya di setiap lembar kerjanya. Jadi disuruh ulang berkali – kali. Pokoknya setiap mengumpulkan tugas pasti ada saja kata pak guru seperti ini

“ulang”, “ulangi.” Kata pak guru.

 Suatu ketika saat mengumpulkan tugas, ada siswa yang mungkin tidak menyimak dengan baik perintah dari pak guru. Ketika mengumpulkan tugas pak guru berkata “ulangi tidak ada nama disetiap lembar kerjannya”. Kemudian anak itu memberi nama pada setiap lembar kerjanya. Lalu dia mengumpulkannya. Dan ternyata pak guru masih berkata “ulangi gambarnya terpotong’’. Dia pun mengulang kembali. Saya mengira kiriman yang dia berikan sudah betul, ternyata pak guru berkata “ulangi ini peringatan terakhir, gambarnya gelap”. Kata pak guru. Saya tertawa melihatnya. Saya pun mengirim pesan kepadanya.

 “Nyalakan Blitchs kameramu”. Ujar ku.

Anak itu menjawab, “ Nanti ada bayangan tangan ku, kalau dinyalakan Blitchs nya”. Jawab anak itu.

“ Tidak itu.” Jawab saya.

Ternyata kiriman yang itu pun sempurna.

Nah… inilah sesi yang paling saya tunggu – tunggu. Waktu pengunguman nilai hasil LKS dan Ulangan. Karena ini adalah nilai tugas dan ulangan pertama, saya merasa gugup.

 “Berapa ya, nilai tugas dan ulanganku”. Ungkapku saat menunggu.

Pak guru pun mengirim kan foto nilai – nilai ulangan kami. Saya membukanya dengan berdebar – debar. Foto ini pun lama sekali terbukanya, mungkin pengaruh jaringan saya yang lemot. Hahahaha! Namun ketika terbuka, langsung mencari nama saya. Saat melihatnya …….. Bommmm. Ternyata mendapatkan nilai sempurna dan tertinggi di kelas. Saya pun akhirnya lega.

Wah …. Teman – teman! Sepertinya cerita pengalaman saya berakhir sampai disini. Mungkin bagi kalian, cerita apaan nih!. Semoga cerita saya dapat mengispirasi kalian dan menjadi teladan dalam bersikap. Belajar IPA itu mengasikan ya? Jangan bosan – bosan belajar IPA.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERDIFERENSIASI DI UJUNG TELUK

  Usai paparan materi, baru diri tersadar akan sebuah hal. Sekolah ini pernah menjadi jalan dalam menyusun skripsi dua puluh lima tahun lalu...