Selasa, 05 Agustus 2014

Artikel Lingkungan : Mengapa Listrik Harus Dihemat ?



 MENGAPA LISTRIK HARUS DIHEMAT ?
Oleh Suhardin, S.Pd (Guru SMPN 17 Kendari)

Listrik di Indonesia sebagian besar digerakkan dengan mesin diesel (PLTD) dengan menggunakan bahan baku minyak bumi yang merupakan salah satu golongan sumber daya alam tak terbaharukan sehingga dapat habis bila dimanfaatkan secara terus menerus. Kebutuhan listrik di daerah perkotaan sudah merupakan salah satu kebutuhan primer, mengingat banyak aktifitas masyarakat perkotaan sangat bergantung pada listrik baik dari aspek perdagangan, perkantoran, administrasi perbankan, industri bahkan rumah tangga. Jadi dapatlah dibayangkan berapa kerugian masyarakat apabila Perusahaan Listrik Negara (PLN) tidak dapat menyuplai listrik dalam sehari saja.

Tahukah anak-anakku........? bahwa jika tidak ada pengelolaan pemakaian listrik dan pencarian sumber energi listrik alternatif indonesia akan mengalami krisis listrik pada tahun 2015 nanti !. Pemerintah sebenarnya tidak tinggal diam, karena penyusunan konsep kebijakan energi nasional telah dirancang sejak pertengahan 2003 dan draf terbaru telah disampaikan pada legislatif pada 31 Agustus 2004, namun karena butuh pemikiran dan pertimbangan yang matang sehingga penetapannya masih terus diupayakan. Hal ini untuk menghindari penafsiran negatif dan pertentangan masalah listrik nasional saat ini.

Terdapat beberapa hal yang perlu dipahami mengapa penggunaan listrik harus dilakukan penghematan yakni :
-       Pengguna energi listrik di Indonesia tidak sebanding dengan upaya penyediaan energinya sehingga harus butuh upaya penambahan sumber energi listrik baru.
-       Pengadaan sumber daya energi listrik alternatif sebagai pengganti mesin diesel sangat terbatas pengembangannya dan sangat disayangkan karena indonesia kaya akan sumber energi listrik alternatif tersebut misalnya air, uap, udara, panas/matahari dan biogas.
-       Masyarakat atau pengguna listrik secara luas tidak efisien sehingga menimbulkan pemborosan yang mengarah pada kerugian finansial/keuangan juga berdampak pada kepentingan dan pemerataan penggunaan serta kebutuhan energi listrik bagi orang lain.
-       Pembangunan pembangkit listrik yang baru dan alternatif tidak serta merta membawa kebaikan secara utuh karena disamping pembiayaanya besar juga menimbulkan dampak lingkungan yang cukup luas dan kompleks, hingga sebagian mendapat tantangan dari masyarakat itu sendiri  sebagai pengguna energi listrik.

Pembangunan atau pengadaan sumber daya energi listrik alternatif di Indonesia telah diupayakan melalui pemberdayaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) misalnya di Jati Luhur, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) misalnya Suralaya dan terakhir melalui upaya  pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir melalui keputusan Presiden No. 5 Tahun 2006 tentang kebijakan Energi Nasional, akan tetapi belum juga dapat mengatasi masalah kelistrikan nasional. bahkan bencana alam  dapat mempengaruhi ketersediaan energi listrik disuatu wilayah. Kamu masih ingatkan ? bahwa bulan lalu terjadi krisis energi listrik di pulau Jawa dan Bali yang diakibatkan pasokan batu bara yang terhambat akibat cuaca buruk.

Mendorong masyarakat untuk melakukan penghematan penggunaan listrik guna mempertahankan kelangsungan pasokan listrik memang bukan hal yang mudah. Hal ini terbukti dengan terjadinya pemborosan pemakaian energi  listrik hingga membuat PLN merencanakan menerapkan kebijakan insentif (bonus) bagi pelanggan yang menghemat pemakian dan disentif (denda) bagi pelanggan yang melakukan pemborosan. Anak-anak, tahukah ?, bila berhasil program ini maka diperkirakan akan terjadi penghematan penggunaan minyak bumi untuk keperluan listrik sebesar Rp. 18.8 triliun/tahun. Wah ..... berapa buah rumah sakit dan sekolah yang dibangun dengan biaya tersebut yah ?

Nah..... Kamu sekarang sadarkan !, mengapa penggunaan listrik harus dihemat ?. sebenarnya untuk memulainya harus butuh kesadaran dan harus dimulai dari diri sendiri kemudian menginformasikan pada keluarga, tetangga atau teman-temanmu. Oleh karena itu ada beberapa hal pokok agar listrik di rumah kita dapat dihemat, yakni :
  1. Kebutuhan listrik sehari-hari harus diguanakan dengan seimbang dan sesuai sehingga pemborosan pemakaian dapat dihindari, misalnya jika rumah didaerah pegunungan yang berhawa sejuk dan hijau maka tidak perlu menggunakan AC.
  2. Mempergunakan peralatan elektronik secara tepat dan sesuai kebutuhan, misalnya TV tidak perlu diseluruh ruangan jadi tempatkan dan gunakan sebuah televisi pada ruang keluraga dan untuk semua,  menggunakan lampu atau alat-alat elektronik yang terjamin hemat listrik.
  3. Membudayakan kebiasaan hidup sederhana dengan hemat listrik sebagai perilaku rutin dan kesadaran tinggi dalam keluarga. Misalnya tidak memasukkan makanan yang masih panas ke dalam kulkas, mematikan lampu yang tidak terpakai dan lampu taman ataui teras hanya dinyalakan pada malam hari.

Anak-anakku, lakukanlah satu hal saja setiap hari dalam upaya menghemat energi listrik misalnya menonton hanya 4 jam dalam sehari semalam maka seminggu akan tercapai tujuh perilaku menhemat listrik dan sebulan akan ada tiga puluh perilaku yang menjadi kebiasaan dalam penghematan energi listrik. Bisa kan ........? wah kalau berhasil untungnya bisa ditabung atau untuk traktir teman-temammu pada saat ulang tahun !.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERDIFERENSIASI DI UJUNG TELUK

  Usai paparan materi, baru diri tersadar akan sebuah hal. Sekolah ini pernah menjadi jalan dalam menyusun skripsi dua puluh lima tahun lalu...