Selasa, 06 Desember 2022

AKSI NYATA MODUL 2.1 GURU PENGGERAK ANGKATAN 5 : PEMBELAJARAN BERPIHAK PADA MURID (BERDIFERENSIASI)

 

Anda dapat melihat kembali RPP yang sudah Anda buat di awal tahun ajaran/awal semester.  Cobalah untuk melihat kembali apakah tujuan pembelajaran yang Anda buat sudah  jelas untuk diri Anda dan juga murid Anda. Pengetahuan, keterampilan, sikap apa yang dideskripsikan dalam tujuan pembelajaran tersebut yang harus dikuasai oleh murid-murid Anda?

Penerapan pembelajaran diferensiasi di ruang kelas membutuhkan rancangan pembelajaran yang sesuai. Sebelumnya penyiapan sumber belajar memang telah dilakukan namun variasi prosesnya tidak beragam. Produknya pun masih mengacu pada kriteria patokan. Rencana pembelajaran sebelumnya memang sudah memasukan ranah sikap, pengetahuan dan keterampilan sebagai asessmen dan telah terdiskripsi dalam tujuan pembelajaran. Pembenahan yang perlu dilakukan yakni menyisipkan diferensiasi konten, proses dan produk yang lebih menjurus pada keberpihakan murid.

 

Setelah Anda memahami dengan jelas tujuan pembelajaran tersebut, selanjutnya analisislah kebutuhan belajar murid Anda. Bagaimana kesiapan belajar mereka jika dikaitkan dengan tujuan pembelajaran?

Kegiatan pra assesmen memang penting. Selama ini hanya berpatokan pada nilai pelajaran semester sebelumnya dan tes diawal tahun pembelajaran. Penelusuran secara rinci mengenai bakat dan minat anak belum sepenuhnya terealisasi. Bertanya dan berkomuniksi dengan guru lain, mengemati siswa, mereviuw pembelajaran sebelumnya sebagai bahan refleksi, atau melakukan tes formatif secara khusus. Inilah beberapa alternatif sebagai persiapan melaksanakan pembelajaran diferensiasi tentu harus. Semuanya sebagai upaya untuk kesiapan belajar murid  sesuai kebutuhan mereka. Berikut beberapa pertimbangan untuk memenuhinya. (1) kebutuhan informasi yang lebih jelas, sederhana dan tidak bertele-tela; (2). Sifatnya masih kongkrit atau telah siap bergerak dalam mempelajari yang bersifat abstrak: (3). Masih diperlukan yang sederhana atau membutuhkan tantangan dengan kerumitan yang lebih tinggi; (4). Menjelajah dengan materi lebih lebih terbuka atau masih harus terstruktur; (5).  Perlunya menerapkan kemandiran berpikir, belajar dan menghasilkan produk tertentu atau masih membutuhkan ketergantungan guru. Apakah memungkinkan kemampuan mereka berjalan dengan gerakan yang cepat atau lambat? Semua hal itu perlu dipertimbangkan.

Apakah mereka telah memiliki pengetahuan awal atau keterampilan yang dipersyaratkan? Siapa saja murid-murid yang menurut Anda akan memerlukan bantuan lebih? Siapakah yang perlu diberikan tantangan?

Kegiatan pra asessmen menjadi penting dalam memetakan pengetahuan awal maupun keterampilan siswa. Hal ini dilakukan untuk mempersiapakan kapasitas siswa dalam mempelajari materi yang baru. Oleh karena itu tingkat pemahaman maupun keterampilan ini menjadi acuan untuk menyiapkan kenyamanan belajar mereka. Menciptakan lingkungan belajar yang baik,  sangat penting untuk mengoptimalkan kegiatan belajar. Pemetaan ini dimanfaatkan dalam pembimbingan kelompok kecil dalam ruang kelas. Tingkat pemahaman dan keterampilan yang masih kurang akan menjadi fokus perhatian bimbingan guru yang lebih banyak. Siswa yang berkemampuan sedang akan diberikan model tanya jawab dan sedikit penjelasan saja. Tantangan yang besar diberikan pada siswa yang memiliki tingkat pemahaman dan keterampilan yang tinggi. Bukan menghukumnya tetapi memberikan stretegi kemandirian yang banyak untuk meningkatkan kreativitasnya sehingga mampu mempelajari hal-hal baru yang beragam.

 

Aktivitas jangkar apa yang akan Anda siapkan?

Pilihan konten sebagai sumber bahan pembelajaran dapat dipilih oleh siswa. Poster, vidio pembelajaran (tutorial, contoh dan paparan singkat berbentuk cerita), bahan bacaan blog elektronik, buku bacaan atau gambar/foto adalah contohnya. Pengajar akan memberikan susana belajar yang berbeda pula dalam prosesnya. Pengelompokan siswa ini sesuai pemetaan sebelumnya. Pembimbingannya disesuaikan dengan pengalaman, minat dan lingkungan siswa. Keterampilan yang akan dikembangkan pun bisa berbeda. Produk pembelajaran ini akan disesuaikan dengan minat, bakat dan kemampuannya. Pembimbingan tentu dilakukan saat pembelajaran maupun waktu luang di luar kelas. Membangun kesepakatan menjadi penting untuk membentuk karakter baik sebagai budaya postif siswa.

 

Tentukanlah bentuk diferensiasi apa yang akan Anda lakukan (konten/proses/produk) untuk membantu Anda merespon kebutuhan belajar murid-murid Anda tersebut.

Saya akan mengajar tentang metagenesis tumbuhan lumut dan paku. Berikut beberapa hal yang harus saya lakukan adalah :

1.    Menetapkan tujuan pembelajarannya yakni Dengan menggunakan sumber/ bahan belajar yang beragam, siswa memilih produk sesuai minatnya untuk dapat merancang alur bagan sederhana metagenesis lumut dan paku dengan baik. Kedua adalah mengidentifikasi 5 perbedaan metagenesis lumut dan paku dengan benar.

2.    Menyiapkan konten pembelajaran beragam sesuai hasil observasi kesiapan belajarnya yang dilakukan guru sebelum pembelajaran.

a.    video pembelajaran tentang tanaman lumut dan paku serta perbedaan metagenesisnya

https://www.youtube.com/watch?v=foMi_c2zaAw

https://www.youtube.com/watch?v=_NDKAFI5Wa0

 

b.    Buku bacaa dan poster tentang reproduksi tanaman lumut dan paku

c.    Bahan bacaan blog buatan guru. Linknya bahan ajar: https://suhardin73.blogspot.com/2022/09/materi-pembelajaran-tumbuhan-lumut-dan.html

3.    Menyiapkan Link LKPD yang diberikan : https://docs.google.com/document/d/17Mh-Wq1I0Fm_Jjrs-IbXykO7NBDM5WK12fEef3JGocQ/edit?usp=sharing

4.    Menyiapkan strategi pembelajaran yang menuntun. Siswa dibimbing dalam kelompok dengan tiga cara yakni kelompok 1 (melakukan tanya jawab, kelompok); 2 (penjelasan singkat dan tanya jawab); kelompok 3 (penjelasan singkat, tanya jawab dan memberikan contoh)

5.    Menetapkan kriteria penilaian produk ini menyangkut alur  bagan sederhana dan perbedaan metagenesis paku dan lumut dengan bentuk yang beragam. Produk 1 : Membuat video singkat / vlog.  Produk 2 : Membuat tulisan pentigraf secara elektronik. Produk 3 : Membuat poster dengan aplikasi editing gambar. Produk 4 : Membuat gambar tulisan singkat di buku siswa

 

Bagaimana Anda akan mengatur kelas supaya efektif?

Pengaturan kelas yang efektif dalam pembelajaran berdiferensiasi menjadi tantangan pengajar. Terdapat beberapa tips pengalaman bengajar yang pernah dilakukan. Membangun kesepakatan menjadi hal utama. Memberikan mereka kesepatan untuk terbuka membangun kebersamaan. Tujuan pembelajaran harus terdiferensiasi dengan jelas serta sesuai langkah tindakan yang akan dilakukan. Ada prosedur yang dikuasai serta strukturnya fleksibel. Kenyamanan guru dalam mengajar tentu menjadi harapan. Kegiatan dalam kelas berbada namun tetap terjangkau oleh guru.

 

Strategi pengelompokan apa yang akan Anda pilih?

Strategi pengelompokan ini dipilih berbentuk kecil dengan karakteristik potensi kemampuan siswa yang sama. Hal ini untuk memudahkan melakukan pembimbingan. Acuan pengelompokan berdasarkan nilai pengetahuan awal dan apa yang telah diketahui siswa. Nilai formatif, hasil analisa keterangan guru lain, mengamati perilaku siswa analisa hasil raport atau refleksi pembelajaran sebelumnya. Minat dan bakat siswa serta keinginan mereka menjadi pertimbangan pula dalam pengelompokan siswa untuk penyiapan konten, proses dan produk pembelajaran.

 

Bagaimana Anda akan memastikan bahwa lingkungan belajar yang Anda siapkan mengundang murid Anda untuk belajar?

Menyesuaikan tugas dengan kemampuan, bakat dan minatnya sehingga menyenangkan siswa dalam belajar. Memberikan alternatif cara belajar yang diinginkan. Merancang strategi pembelajaran yang berpusat pada murid. Mengenal karakteristik siswa (potensi dirinya) Memahami kebutuhan siswa serta lingkungan belajar lebih baik. Membuat kesepakatan atas dasar usulan mereka untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman.

 

Suhardin -CGP Angkatan 5 Tahun 2022 Kota Kendari

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERDIFERENSIASI DI UJUNG TELUK

  Usai paparan materi, baru diri tersadar akan sebuah hal. Sekolah ini pernah menjadi jalan dalam menyusun skripsi dua puluh lima tahun lalu...