Kamis, 15 Oktober 2020

BULETIN SEVENTEEN : Renungan : Mengajar, Seni Menanam

 

MENGAJAR ADALAH SENI MENANAM

(Seuntai Nasihat dari Kakek di 21 Ramadhan)

 

“Mengajar adalah seni.” Pengajar akan menuai padi dengan kreasinya. Bulir yang dipetik sesuai benih yang ditanam. Seberapa besar usahanya ditentukan keihklasan dan kesungguhannya.

“Guru itu bagai petani. Menanam dengan kerja dan kreasinya. Jika pandai mengolah media tanam, memupuk dan memberantas hamanya maka bulirnya akan besar, berisi serta banyak. Nak, ingatlah! Niatkan segala langkah dan upaya sebagai amal. Jika lelahmu tidak terbayar dipenghargaan dunia. Allah akan memberikan upah dan kesenangan yang lebih baik dari hadiah duniawi.” Kata Kakekku.

Moji yang berprofesi sebagai pengrajin dinding jelaja. Sebesit senyum menghias diwajah untuk menutupi lelahnya waktu itu. Nasihat yang selalu kuingat. Diucapkannya sambil membelah bambu untuk membuat jelaja. Sungguh pesan yang teramat berat untuk dijinjing dan dipikul.




1 komentar:

  1. Izin promo ya Admin^^

    Bosan gak tau mau ngapain, ayo buruan gabung dengan kami
    minimal deposit dan withdraw nya hanya 15 ribu rupiah ya :D
    Kami Juga Menerima Deposit Via Pulsa
    - Telkomsel
    - XL axiata
    - OVO
    - DANA
    segera DAFTAR di WWW.AJOKARTU.COMPANY ....:)

    BalasHapus

BERDIFERENSIASI DI UJUNG TELUK

  Usai paparan materi, baru diri tersadar akan sebuah hal. Sekolah ini pernah menjadi jalan dalam menyusun skripsi dua puluh lima tahun lalu...