Sabtu, 24 Agustus 2019

RPP IPA K13 Berintegrasi Karakter, Saintifik dan PBL


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah                                                 :  SMPN 17 Kendari
Mata Pelajaran                                      : IPA
Kelas/Semester                                      : IX/Ganjil
Materi Pokok                                         :  Metamorfosis dan Adaptasi Mahluk Hidup
Alokasi Waktu                                       :  3 jam pelajaran @  40 Menit  

A.  Kompetensi Inti
1.       Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
2.       Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
3.       Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
4.       Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori

B.   Kompetensi Dasar
1.1          Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya.
2.1          Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dan bekerja sama dalam aktivitas sehari-hari
2.2          Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi dalam melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan
2.3          Menunjukkan perilaku bijaksana dan bertanggung jawab dalam aktivitas sehari-hari
2.4          Menunjukkan penghargaan kepada orang dalam aktivitas sehari-hari
3.2          Memahami reproduksi pada tumbuhan dan  hewan, sifat keturunan, serta kelangsungan makhluk hidup

C.  Indikator Pencapaian Kompetensi

Aspek Sikap
1.1.1           Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya
2.1.1           Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi
2.1.2           Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi
2.2.1           Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan
2.3.1           Menunjukkan perilaku bijaksana dan bertanggungjawab dalam aktivitas sehari-hari
2.4.1           Menunjukkan penghargaan kepada orang lain dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi perilaku menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan

Aspek Pengetahuan

Membedakan dengan bagan metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.
Mengidentifikasi karakteristik adaptasi pada mahluk hidup

Aspek Keterampilan
Memaparkan perbedaan jenis teknologi dan metamorphosis pada perkembangbiakan mahluk hidup

D.  Materi Pembelajaran

Metamorfosis merupakan perkembangan biologis pada hewan yang ditandai dengan proses perubahan penampilan fisik maupun struktur tubuhnya setelah menetas atau lahir.
Proses ini dibedakan atas metomofosis sempurna dan tidak sempurna. Tahapan yang dilalui metamorfosis sempurna ada 4 tahap yaitu, telur - larva - pupa / nimfa - imago. Contoh metamorfosis sempurna diantaranya, kataknyamuklalatkupu-kupu. Metamorfosis tidak sempurna pada serangga hanya melalui tiga tahapan yaitu, telur - nimfa - imago (hewan dewasa). Hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurnya mempunyai bentuk tubuh sama ketika kecil sampai dewasa. yang membedakan adalah pertumbuhan sebagian tubuh hewan tersebut. contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna  walangkepikwhitefly, rayapkutu daunjangkrikcapung dll. berikut tahapan metamorfosis pada hewan. Telur merupakan Cikal bakal makhluk hidup yang dimiliki betina yang nantinya akan dibuahi pejantan. Nimfa adalah Hewan muda yang mempunyai bentuk sudah menyerupai hewan dewasa. Sedangkan Larva merupakan Hewan muda yang sangat berbeda dengan bentuk hewan dewasa. Setelah itu akan berubah menjadi  Pupa yakni Fase transisi perubahan dari larva menjadi Imago. inilah bagian akhir dari proses metamorfosis yakni Imago atau Hewan dewasa


Adaptasi adalah cara bagaimana organisme mengatasi tekanan lingkungan sekitarnya untuk bertahan hidup. Organisme yang mampu beradaptasi terhadap lingkungannya mampu untuk memperoleh air, udara dan nutrisi (makanan). alasan lainnya adalah mengatasi kondisi fisik lingkungan seperti temperatur, cahaya dan panas., mempertahankan hidup dari musuh alaminya, bereproduksi dan merespon perubahan yang terjadi di sekitarnya. ada konsep alam yang harus di ketahui yakni organisme yang mampu beradaptasi akan bertahan hidup, sedangkan yang tidak mampu beradaptasi akan menghadapi kepunahan atau kelangkaan jenis.

E.   Langkah-langkah Pembelajaran
1.       Pendahuluan (10 Menit)
-          Orientasi
a.       Membuka pembelajaran dengan salam dan doa bersama
b.       Mengecek kehadiran siswa sebagi penilaian sikap disiplin
c.        Menyiapkan factor phisikis dan fisik peserta didik untuk memulai pembelajaran
-          Apersepsi
a.       Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya, yaitu : perkembangbiakan pada tumbuhan lumut dan paku
b.       Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.
c.        Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
-          Motivasi
a.       Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari.
b.       Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang  berlangsung
c.        Mengajukan pertanyaan beberapa serangga dalam perbanyakan keturunannnya
-          Pemberian acuan
a.       Memberitahukan  materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.
b.       Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang  berlangsung
c.        Pembagian kelompok belajar
d.       Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar  sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.

2.       Kegiatan Inti (90 menit)
Sintaks Model Pembelajaran
Sintak Saintifik
Kegiatan Pembelajaran
Stimulation
(stimullasi/
pemberian
rangsangan)




Mengamatai
Memusatkan perhatian peserta didik melalui
a.       Melihat
Menayangkan gambar/video tentang metamorphosis dan adaptasi mahluk hidup
b.       Mengamati
Mekanisme metamorphosis dan adaptasi salah satu contoh mahluk hidup yang terjadi di alam
c.        Mendengarkan
Penjelasan gambar/video yang ditayangkan
d.       Membaca
Menelaah perbedaan istilah metamofosis dan adaptasi mahluk hidup melalui buku siswa
e.        Menyimak
Pengantar guru melalui tanya jawab singkat tentang materi yang akan dipelajari.
Problem
statemen
(pertanyaan/
identifikasi
masalah)


Menanya
Mengajukan pertanyaan
Peserta didik diberikan kesempatan melakukan identifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan video/gambar yang disajikan (metamorphosis dan adaptasi mahluk hidup).
Pertanyaan tentang apa yang tidak dipahami ataupun informasi baru.
Faktual/fakta hingga hipotetik/lebih luas untuk  mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.
Misalnya  :
Ø  Mengapa ulat selalu makan yang lebih banyak daun sebelum berubah menjadi kepompong?
Ø  Apakah sebuah pohon dapat melakukan dua jenis adaptasi untuk bertahan hidup?
Data
collection
(pengumpulan
data)



Mengumpulkan Data
Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab pertanyan yang telah diidentifikasi melalui kegiatan:
-          Menelaah kembali video/gambar yang telah ditayangkan dan membandingkannya dengan telaah pustaka pada buku siswa tentang metamorphosis dan adaptasi mahluk hidup.
-          Mengumpulkan informasi yang diperoleh dengan mengisi lembar kerja yang telah disiapkan guru.
-          Melakukan diskusi kelmpok kecil untuk bertukar informasi yang telah diperoleh kepada teman lain.
-          Menyatukan pendapat sebuah pengetahuan baru yang dapat dijadikan sebagai bahan diskusi kelompok.
-          dengan menggunakan metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada lembar kerja yang disediakan dengan cermat untuk mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.
Data
processing
(pengolahan
Data)
Mengasosiasi
Peserta didik berdiskusi secara berkelompok mengolah data hasil pengamatan dengan cara :
-          Mendiskusikan jawaban pertanyaan yang telah disajikan berdasarkan data yang telah diperoleh dalam kelompok.
-          Merumuskan konsep atau rangkuman pokok permasalahan yang diajukan.
Verification
(pembuktian)

Mengasosiasi
-          Peserta didik melakukan diskusi klasikal untuk menyatukan pendapat dalam menjawab pertanyaan yang ada.
-          Guru memberikan beberapa soal untuk mengkaji ulang apa yang sudah diperoleh.
-          Guru melakukan tanya jawab tentang keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan.
-          Peserta didik diberikan kesempatan untuk menanyakan hal yang belum dipahami dalam kegiatan pembelajaran
Generalizatio
(menarik
kesimpulan)

Menyimpulkan
Menyimpulkan
-          Menyampaikan hasil diskusi berupa kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan sopan.
-          Menyimpulkan  tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
-          Merampungkan jawaban atau pendapat yang menyimpang atau kurang tepat sesuai topik dan permasalahan yang dipelajari.
Pengamatan proses yang dilakukan guru mencakup aktifitas kegiatan diskusi yang meliputi kerja sama, disiplin, teliti dan kesantunan.

3.       Penutup (20 Menit)
Peserta didik :
·         Membuat resume dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
·         Mengagendakan tugas produk perseorangan. tentang : Kliping atau testimony singkat dari bahan bacaan off line maupun on line tentang teknologi perkembangbiakan tanaman secara modern yang meliputi : Kultir jaringan, Inseminasi buatan, vertikultur dan hidroponik.
Guru :
·         Memeriksa pekerjaan peserta didik  secara berkelompok. Dan mencatat hal-hal positif dan negative perkembangan pembelajaran siswa secara individual.
·         Memberikan penilaian dan penghargaan pencapaian peserta didik yang telah dilakukan selama proses pembelajaran.
·         Melakukan evaluasi tertulis atau lisan (tanya jawab) tentang pokok materi dan pemecahan masalah yang telah dilakukan dalam pembelajaran.

E.      Media, Alat/Bahan dan Sumber Pembelajaran
·       Media
§  Gambar/Video edukasi tentang metamorphosis dan adaptasi pada mahluk hidup
§  LKS (Lembar Kerja Siswa)
·       Alat dan bahan
§ Spidol, Kertas, Infocus, Laptop, carta

Sumber Belajar
Siti Zubaidah, dkk. 2018 (Revisi). Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas IX  Buku Siswa Semseter 1. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

F.       Penilaian
   Jenis/teknik Penilaian:
1.       Teknik Penilaian
a.       Sikap
-    Penilaian Observasi, Mengamati sikap peserta didik dalam melakukan diskusi yang dilakukan melalui jurnal pembelajaran.
b.       Pengetahuan
-          Tes Tertulis Uraian atau Pilihan Ganda.
c.        Keterampilan
-          Penilaian Unjuk Kerja kergiatan diskusi
-          Penilaian Produk

2.       Instrumen Penilaian
a.       Pertama (Penilaian sikap : Jurnal Mengajar)
b.       Kedua (Penilaian Pengetahuan : Soal – Soal)
c.        Ketiga (Penilaian Keterampilan : Unjuk Kerja)
d.       Keempat (Penilaian Keterampilan : Produk )

Rubrik Penilaian Sikap

JURNAL PERKEMBANGAN  SIKAP  SISWA
NAMA SEKOLAH             : .................................
MATA PELAJARAN        : .................................
SEMESTER                        : .................................
TAHUN PELAJARAN      : ..................................
KELAS                                 : ...............................
BULAN                                 :………………………………

NO
HARI/ TGL
PERTEMUAN
KE
URAIAN      KEGIATAN
TINDAK LANJUT
KETERANGAN
POSITIF
NEGATIF
1.








2








3.








4.








5.








DST









 Tes Pengetahuan
Soal – soal Pengetahuan
1.       Perbedaan pengertian antara dua istilah mahluk hidup yang tepat di bawah ini adalah…

Metamorfosis
Adaptasi
A
Perubahan tubuh
Penyesuaian tubuh
B
Penyesuaian tubuh
Perubahan tubuh
C
Perpindahan biji
Masuknya serbuk sari
D
Masuknya serbuk sari
Perpindahan biji

2.       Manakah urutan yang benar dari tahapan metamorphosis sempurna …
a.       Larva-telur-pupa/nimfa-imago
b.       Telur-larva-pupa/nimfa-imago
c.        Telur-larva-imago-pupa/nimfa
d.       Imago/nimfa-telur-larva-telur
3.       Rayap bertelur memalui ratunya. Telur tersebut langsung berubah menjadi hewan muda menyerupai hewan dewasa. Hal ini menandakan bahwa hewan ini tergolong…
a.       Adaptasi marfologi
b.       Adaptasi fisiologi
c.        Metamorphosis sempurna
d.       Metamorfosis tidak sempurna
4.       Selaput renang pada bebek memberikan bentuk lain dari hewan aves lainnya. Demikian pula dengan bentuk paruh yang lebar. Keadaan ini untuk memungkinkan bebek dapat hidup diperairan. Adaptasi pada hewan ini digolongkan…
a.       Marfologi              b. fisiologi              c. tingkah laku     d. anatomi
5.       Manakah contoh adaptasi fisiologi pada hewan yang tepat di bawah ini…
a.       Lumba-lumba yang naik ke permukaan air untuk menyemburkan air ke udara
b.       Bentuk paruh burung finc di kepulauan galaphaghos saat ditemukan Darwin
c.        Selulosa pada system pencernaan rayap dalam melumatkan kayu atau benda.
d.       Pembagian tugas organisasi lebah madu saat bekerja sama yang begitu teratur.
6.       Cara tanaman jati dalam beradaptasi tungkah laku terhadap lingkungannya adalah…
a.       Dormansi biji yang jatuh ke tanah saat musim penghujan tiba
b.       Menggugurkan sebahagiaan daunnya saat musin kemarau melanda.
c.        Sifat tutipotensi yang besar dalam memperebutkan makanan.
d.       Bentuk akar yang kuat agar kokoh berdiri didaerah tebing atau pegunungan

Jawaban 1.A 2.B 3.D 4. A 5.C 6.B


 Rubrik Penilaian Keterampilan

FORMAT PENILAIAN KETERAMPILAN PEMBELAJARA IPA

MATERI               : ……………………………….         Kelas                      : ………….           Hari/Tgl : ………………………………………

No
Nama Siswa
Unjuk kerja
Produk
Jml
Nilai
Kerjasama
Disilin
Presentase
Kesantunan
Estetika
Kesesuaian
Materi
Disiplin
Kesungguhan


1












2












3












4













Kerjasama : kekompakan, pembagian tugas, komunikasi, saling mengerti, Disiplin: Tidak bermain, tidak mengganggu teman, tepat waktu, sopan, Presentase: Tanya jawab, berbahasa baik, penjelasan jelas, ada kerjasama Kesantunan: Menghargai pendapat teman, menyimak, mengangkat tangan sebelum bicara, menerima masukan.

Estetika : rapi, tulisan jelas, warna sesuai, kokoh, Kesesuaian: sama dengan ketentuan, tepat waktu, judul terlihat jelas, tidak menyimpang dari tema. Materi : semua ada (setiap kurang 1 turun 1 poin), Disiplin : penyetoran tepat waktu (setiap kurang sehari, kurang satu poin), Kesungguhan : selau bertanya, lebih cepat menyetor, ingin memperbaiki jika amsih ada waktu, menerima masukan/saran.

Acuan skala 0-4





                                                                                                                     Kendari, .................20....
Mengetahui
Kepala SMPN 17 Kendari                                                      Guru Mata Pelajaran





                                                                                                     Suhardin, S.Pd
                                                                                                     NIP. 19730731 199903 1 006



































Minggu, 04 Agustus 2019

SCHOOL LITERACY : MADING DAN BULETIN SEKOLAH








“Membacalah sepanjang hidup.” Istilah itu sangat dalam maknanya bagi mereka yang tahu membaca. Tentunya indra penglihatannya harus normal. Bersyukurlah, Tuhan memberikan mata untuk membaca. Maka merugilah bagi orang yang tidak bisa membaca, walaupun penglihatannya sangat baik. Membiasakannya harus sejak dini. Salah satunya melalui bangku sekolah. Hal tersebut diistilahkan di jaman milenial ini dengan kata “literasi.”

Berliterasi dapat berkembang untuk amal maupun kebaikan kecil. Apa yang diketahui tentunya bisa dibagi pada orang lain. Membaca dan menulis merupakan kemampuan dasar manusia untuk bisa berlitasi dengan baik. Tulisan yang baik bukan hanya sekedar menuangkan apa yang telah dibaca. Kerja syaraf di telinga, hidung, kulit, lidah maupun suasana yang luas bisa menjadi bahan untuk ditulis. Contoh sederhananya adalah sebuah persitiwa sehari-hari. Bila unik dan penting, mengapa tidak ditulis. Semua itu akan dapat dibaca oleh banyak orang. Bahkan akan mendatangkan manfaat yang besar bagi orang lain. Tantangannya adalah kemampuan diri untuk menuangkan segala tangkapan indra tersebut pada kertas bermakna.

Mendidik bukan hanya mengajar. Membimbing lebih utama agar didikan menjadi berkesan. Inilah alasan mengapa mading sekolah dan buletin menjadi penting diperkenalkan pada anak didik. Khususnya pada jenjang pendidikan dasar yang masih memerlukan latihan dan belajar mempublikasikan tulisan. Ajarilah mereka menjadi reporter cilik, agar bisa menampilkan laporan reportase pada wajah majalah dinding sekolah.

Kemampuan melakukan wawancara memiliki nilai yang kompleks, untuk melatih daya pikir dan kritisnya. Cara bertanya, bertutur kata, menulis singkat, observasi situasi hingga membaca bahasa tubuh dapat dirangkai menjadi karya tulis bernilai jual jurnalistik. Jika memuatnya dalam buletin tentu akan menambah kreativitasnya. Menuangkan tulisan dalam halaman buletin sekolah akan berbeda dengan menulis laporan biasa. Pemilihan warna, bentuk tulisan, pengambilan foto, memotong gambar, sediting tulisan, mengatur kolom, membuat kepala berita, menata judul dan nilai estiteika menjadi hal-hal yang harus dipertimbangkan.

Kompleksnya pekerjaan membuat berita atau laporan observasi membuat karja harus dalam tim yang solit. Pembagian tugas harus ada. Fotografer, wartawan, sediting, redaktur, pencetakan hingga penanggung jawab produksi. Makanya perlu ada yang namanya short meeting atau briefing. Hal ini untuk menjamin peliputan dapat diproses dan tersaji dengan baik.

Agar bisa dipahami dengan cepat memang sebuah berita memiliki kaidah yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah 5W-1H. W yang pertama adalah what (apa). Ini menyangkut tentang apa yang sebenarnya terjadi? Atau tentang apa yang akan ditulis. Namun dalam tulisan dapat dikembangkan mengenai apa yang dilakukan? Apa masalanya? Apa yang dibawa atau digunakan? Apa penyebabnya? Apa yang dikatakan tentang hal itu? Apa yang didapat? Dan pertanyaan lain yang menjadi pokok berita nantinya. W yang kedua adalah why (mengapa). Semua yang berhubungan dengan pengetahuan lanjutan nara sumber menjadi pertanyaan untuk komponen ini. Misalnya, mengapa hanya dia yang mengetahuinya? Mengapa tidak hadir dalam pertemuan itu? Mengapa melakukannya? Mengapa dibuat seperti ini? Mengapa kejadian ini menjadi pembicaraan umum? W yang ketiga adalah who (siapa). Biasanya pertanyaannya berhubungan dengan pelakunya. Bisa jadi pertanyaan adalah siapa yang melakukannya? Siapa saja yang melihat kejadiannya? Siapa yang membuatnya? Siapa anggota timnya? W yang keempat yakni when (kapan). Beberapa perntanyaan yang bisa menjadi contoh diantaranya kapan terjadinya, kapan dimulai, kapan pelaksanaanya, kapan selesainya dan pertanyaan lain yang bersangkut paut dengan waktu. W yang kelima adalah where (dimana). Komponen ini sangat berkaitan erat dengan tempat kejadian atau peristiwa. Misalnya, dimana kejadiannya? Dimana proses persidangannya? Dimana dilakukan operasi? Dimana pembelian dan penjualannya? Sedangkan H berasal dari kata how (bagaimana). Proses ataupun prosedural mendominasi komponen ini. Bagaimana cara membuatnya? Bagaimana proses menyelamatkan diri? Bagaimana mencegah kejadian serupa? Bagaimana upaya yang dilakukan? dan pertanyaan lain yang bersifat melengkapi berita yang ditulis.

Namun perlu diingat bahwa, mading maupun buletin tidak hanya berisi berita atau hasil liputan semata. Pandangan seorang siswa tentang suatu hal bisa menjadi sesuatu yang menarik. Bagaimana siswa mampu menuangkan gagasan/ide maupun kritiknya dapat dimuat dalam bentuk tulisan opini maupun feature. Pemikiran siswa dalam menilai sesuatu dapat dieksplor dalam lembaran media jurnalistik. Rambu-rambu memang harus ditetapkan sehingga nilai negatifnya dapat direndam. Salah satunya adalah larangan yang memuat unsur sara dan pornografi.

Kreasi produk jurnalistik lain dapat diadopsi menjadi tayangan yang menarik. Pengembangan yang boleh dicoba adalah tentang karya seni dan sastra. Puisi, cerpen, komik maupun karya lukis dapat menjadi bahan untuk dipajang. Menambahkan diskripsi singkat yang menggugah bisa menjadi daya tarik tambahan. Nilai berapa pun karya itu, minimal identitasnya harus jelas. Ini mengajari mereka tentang makna pengakuan dan kejujuran dalam jurnalistik sekolah.

Apakah sifat religi bisa dimasukan dalam karya jurnalistik? Inilah yang harus dipertimbangkan secara seksama. Untuk menghindari adanya pertentangan memang butuh bimbingan teknis bagi editor remaja dalam memilah judul dan isi yang sesuai. Kolom khusus maupun pendampingan guru dibutuhkan. Menulis dari hasil membaca tidak cukup, tanpa penjelasan yang matang tentang ayat yang ada. Olehnya itu literasi yang bersifat religius, harus mendapat persetujuan guru pendamping agar kebenaran itu tidak menyimpang.

Semakin variatif konten, akan memiliki daya tarik yang tinggi pada produk jurnalistik itu. Namun perlu diingat moto dan visi serta misi jurnalistik yang diemban tidak boleh menyimpang.  Tema tiap edisi mading perlu ditetapkan. Begitu pula rubric dalam buletin harus dipatuhi oleh para jurnalis sekolah. Khusus buletin memang membutuhkan dana ekstra untuk menerbitkankannya. Berwirausaha dalam bidang jurnalistik memang membutuhkan teknik yang matang. Perlu adanya kerjasama dengan berbagai elemen sekolah untuk mewujudkannya. Satu hal pokok yang dibutuhkan adalah kebijakan yang mendukungnya.

Guru dapat membantu memberdayakan mading atau buletin menjadi menarik. Karya terbaik setiap bidang studi dapat ditampilkan pada media sekolah. Bisa jadi sebagi reaword dan sarana belajar bagi sisiwa lain. Memang butuh komitmen khusus setiap guru untuk bisa menghasilkan produk tulisan siswa. Baik sebagai laporan kegiatan praktikum, cerita testimony proyek, prosedural yang berkearifan lokal ataupun cerita perjalanan. Soal hots dan jawaban siswa terbaik untuk matapelajaran matematika bisa dimuat dalam kolom pojok atau ruang kosong. Bisa jadi untuk mengganti sementara karikatur maupun semboyan buatan siswa. Akan lebih menarik jika ada kuis yang ditampilkan.

Pedidikan dasar memeng butuh bimbingan yang lebih banyak dibandingkan jenjang menengah atas. kebiasaan ini akan bisa berlanjut ke pendidikan yang lebih tinggi. Banyak hal yang bisa diperoleh dengan mengembangkan jurnalistik sekolah. Tanggung jawab serta kedisplinan menjadi hal utama dalam kerja tim. Melatih kejujuran, kepekaan lingkungan, kritik, ilmiah, kreasi, keratif, inovatif, berkompetitif, wirausaha dan cinta akan almamaternya. Jika dikaji lebih jauh akan ditemukan nilai karakter lain yang beranfaat bagi siswa. Salah satunya keterampilan memainkan kamera berarti mampu memahami teknik fotografer sebagai modal life skill. Demikian pula mampu menata rubric dalam halaman buletin dengan teknologi computer. Modal kemampuan ini menjadi keterampilan diatas rata-rata bagi siswa di pendidikan dasar. Namun semua itu butuh kerja keras untuk membangunnya. Pengalaman kegiatan ekstrakurikuler bisa berkesinambungan jika regenerasi tetap dijaga. Inilah salah satu kunci, agar kerja awal dapat membuahkan hasil.

Nilai tulisan dari hasil membaca, pengalaman, pengindraan langsung, kajian ilmiah dan wawancara langsung akan berkualitas. Bahan tulisan telah bersarang di elemen otak besar. Tidak menguras pikiran yang banyak untuk menuangkan dalam bentuk tulisan. Hanya perlu biasa dan belajar, agar karya memiliki nilai positif. Ayo berliterasi melalui mading maupun buletin sekolah.



Jumat, 02 Agustus 2019

BULETIN SEVENTEEN : Guru Penulis dan Peneliti, apa kegunaannya?



PENTINGNYA GURU MENULIS DAN MENELITI

Menulis bukan sekedar menggores kata belaka.  Kertas bisa bermakna jika tulisan di atasnya memiliki nilai yang berguna. Bukanya hanya informasi tetapi dapat lebih jauh atau dalam maknanya.  Kualitas tulisan sangat bergantung pada kemampuan penulisnya.  Bisa saja gaya dan tekniknya berbeda. Inilah seni dalam menulis.  Namun tidak semua orang bisa melakukannnya dengan baik.

Seorang guru seharusnya bisa menulis dan meneliti.  Hal ini tentunya sangat berkaitan erat dengan profesinya.  Berikut beberapa hal positif yang dapat diperoleh guru jika mengembangkan kemampuannya tersebut.

1. Menambah wawasan berpikir.

Bisa ala biasa. Pepatah ini cocok untuk pribadi guru penulis. Menuangkan cara berpikir kritis,  inovatif dan moderat menjadi acuan agar tulisan bisa menarik.  Tetunya butuh pemikiran yang tak biasa untuk melakukannya.  Tetapi setiap orang punya pola pikir yang berbeda.  Membuat kerajinan bambu berbentuk tempat pensil bisa berbeda hasilnya.  Tergantung bagaimana pola pikir seseorang.  Tentunya hal ini menjadi menarik untuk ditulis dan dibaca.

2. Melatih kemampuan menulis.

Menulis memiliki aturan. Setiap bentuk akan berbeda hal yang harus dipenuhi. Syaratnya. Ketentuan tetap berlaku. Semua itu untuk melatih disiplin, daya pikir,  kritis dan logika penulis.  Pada akhirnya guru akan mampu menulis dengan baik.  Bahkan untuk lebih dari satu jenis karya tulis. Hal pentingnya adalah literasi baca. Bekal pengetahuan dari banyak membaca dapat memberikan kualitas terbaik pada tulisan.  Apalagi dalam penyusunan karya tulis ilmiah.

3. Meningkatkan profesionalisme.

Salah satu komponen profesionalisme guru adalah menulis.  Karya ilmiah guru akan menentukan kematangan profesionalnya. Produknya dapat berbagai jenis.  Namun yang paling diminati adalah penelitian tindakan kelas. Seharusnya karya jenis lain tidak boleh diabaikan, misalnya R and D,  Eksperiment,  Best Practice atau hanya berupa opini maupun fearture. Mengapa  jenis tersebut jarang dilakukan? Tentunya ini kembali pada ketentuan kenaikan pangkat yang terbiasa dengan PTK.

4. Membantu mengembangkan pendidikan.

Problematika pendidikan memiliki banyak sisi yang perlu perhatian.  Agar ilmiah dan dapat dipercaya maka harus dilakukan melalui penelitian. Masalah proses pembelajaran, media bahkan teknik mengajar dapat diinovasi oleh guru melalui penelitian pembelajaran. Perkembangan ilmu pengtahuan dan teknologi yang cepat membutuhkan penyesuaian kegiatan belajar di kelas.  Mana yang sesuai dan menjawab masalah harus diuji coba terlebih dahulu.  Walaupun hanya bersifat deskriptif. Hasil telaah dan pembahasan  akan menjadi hal yang positif untuk keberhasilan pendidikan.  Desiminasi dan publikasi menjadi upaya penyebaran keberhasilan penelitian secara luas.

5. Meningkat jati diri.

Guru penulis dan terbiasa meneliti akan memilki wawasan luas. Banyak orang seprofesi yang ingin mendapatkan informasinya.  Bukan hanya tukar pengalaman tetapi tidak sedikit organisasi guru yang mengundangnya sebagai narasumber. Tentunya kelasnya akan berbeda dengan siswa di sekolah.  Berbagi dengan rekan rekan guru sudah tentu suatu penghargaan yang tinggi dari apa yang telah dikerjakan. Belum lagi,  jika mereka datang dari berbagai daerah yang jauh. Banyak teman,  tentunya banyaj berkah dan rezeki. Sudah barang tentu cara pandang dan penilaiannya akan berbeda dengan orang biasa lainnya. Ada ungkapan religius bahwa orang yang berilmu pengetahuan akan diangkat derajatnya setingkat lebih tinggi dari orang kebanyakan. Jika ilmu yang ada digunakan untuk kemashalatan umat, tentunya hidup guru penulis akan lebih mulya.

6. Meningkatkan kesejahteraan.

Banyak tulisan berarti banyak buku. Bukan sekedar komersil,  tetapi keinginan orang yang ingin tahu akan mendatangkan uang. Buku atau kajian ilmiah lain bukan barang cepat basi.  Perumpamaannya,  makin lihai sesorang koki meramu menu dengan selera pengunjung restoran akan membuat tamunya semakin banyak.  Pandai menulis dan meneliti akan di suka orang banyak.  Apalagi sifat up to date dari sisi kemutakhiran serta selera pembaca terpenuhi. Semua itu tergantung stile untuk menarik simpati agar mendatangkan kesejahteraan hidup.

7. Wahana rekreasi.

Orang bilang,  jika kerja yang disuka akan mendatangkan kebahagiaan.  Tulislah pengalamanmu dengan sepenuh hati.  Susah atau senang bukan masalah.  Jika unik orang akan belajar.  Bisa jadi menulis adalah wadah refresing menumpahkan emosi maupun kasih dan sayang. Olehnya itu guru penulis akan dapat berekreasi di atas kertasnya sendiri.

8. Ladang amal dan ibadah.

Berbagi ilmu berarti berbagi kebahagiaan untuk kemudahan. Itu semua adalah amal jariah. Manfaatnya bisa dirasakan oleh orang banyak. Guru penulis dan suka meneliti memiliki banyak ilmu yang dibuktikan sendiri. Hasilnya bisa jadi menjadi acuan pihak lain untuk menjawab masalah yang dihadapinya. Tidak bisa terbayang berapa amal sebagai jalan ibadah dari ilmu yang bermanfaat itu.

Apakah kalian ingin menjadi guru penulis dan peneliti?
Mulailah saat ini,  banyak hal positif dan menginspirasi yang bisa diperoleh.  Baik kebaikan dunia maupun akhirat.

Kisah Sang Juri di Wilayah Tambang

Merujuk Surat Keputusan Pengurus PGRI Provinsi Sultra Nomor : 100.a/KEP/PROV/XXII/2022 tentang penetapan dewan juri lomba video pembelajaran...