Jumat, 02 Agustus 2019

BULETIN SEVENTEEN : Guru Penulis dan Peneliti, apa kegunaannya?



PENTINGNYA GURU MENULIS DAN MENELITI

Menulis bukan sekedar menggores kata belaka.  Kertas bisa bermakna jika tulisan di atasnya memiliki nilai yang berguna. Bukanya hanya informasi tetapi dapat lebih jauh atau dalam maknanya.  Kualitas tulisan sangat bergantung pada kemampuan penulisnya.  Bisa saja gaya dan tekniknya berbeda. Inilah seni dalam menulis.  Namun tidak semua orang bisa melakukannnya dengan baik.

Seorang guru seharusnya bisa menulis dan meneliti.  Hal ini tentunya sangat berkaitan erat dengan profesinya.  Berikut beberapa hal positif yang dapat diperoleh guru jika mengembangkan kemampuannya tersebut.

1. Menambah wawasan berpikir.

Bisa ala biasa. Pepatah ini cocok untuk pribadi guru penulis. Menuangkan cara berpikir kritis,  inovatif dan moderat menjadi acuan agar tulisan bisa menarik.  Tetunya butuh pemikiran yang tak biasa untuk melakukannya.  Tetapi setiap orang punya pola pikir yang berbeda.  Membuat kerajinan bambu berbentuk tempat pensil bisa berbeda hasilnya.  Tergantung bagaimana pola pikir seseorang.  Tentunya hal ini menjadi menarik untuk ditulis dan dibaca.

2. Melatih kemampuan menulis.

Menulis memiliki aturan. Setiap bentuk akan berbeda hal yang harus dipenuhi. Syaratnya. Ketentuan tetap berlaku. Semua itu untuk melatih disiplin, daya pikir,  kritis dan logika penulis.  Pada akhirnya guru akan mampu menulis dengan baik.  Bahkan untuk lebih dari satu jenis karya tulis. Hal pentingnya adalah literasi baca. Bekal pengetahuan dari banyak membaca dapat memberikan kualitas terbaik pada tulisan.  Apalagi dalam penyusunan karya tulis ilmiah.

3. Meningkatkan profesionalisme.

Salah satu komponen profesionalisme guru adalah menulis.  Karya ilmiah guru akan menentukan kematangan profesionalnya. Produknya dapat berbagai jenis.  Namun yang paling diminati adalah penelitian tindakan kelas. Seharusnya karya jenis lain tidak boleh diabaikan, misalnya R and D,  Eksperiment,  Best Practice atau hanya berupa opini maupun fearture. Mengapa  jenis tersebut jarang dilakukan? Tentunya ini kembali pada ketentuan kenaikan pangkat yang terbiasa dengan PTK.

4. Membantu mengembangkan pendidikan.

Problematika pendidikan memiliki banyak sisi yang perlu perhatian.  Agar ilmiah dan dapat dipercaya maka harus dilakukan melalui penelitian. Masalah proses pembelajaran, media bahkan teknik mengajar dapat diinovasi oleh guru melalui penelitian pembelajaran. Perkembangan ilmu pengtahuan dan teknologi yang cepat membutuhkan penyesuaian kegiatan belajar di kelas.  Mana yang sesuai dan menjawab masalah harus diuji coba terlebih dahulu.  Walaupun hanya bersifat deskriptif. Hasil telaah dan pembahasan  akan menjadi hal yang positif untuk keberhasilan pendidikan.  Desiminasi dan publikasi menjadi upaya penyebaran keberhasilan penelitian secara luas.

5. Meningkat jati diri.

Guru penulis dan terbiasa meneliti akan memilki wawasan luas. Banyak orang seprofesi yang ingin mendapatkan informasinya.  Bukan hanya tukar pengalaman tetapi tidak sedikit organisasi guru yang mengundangnya sebagai narasumber. Tentunya kelasnya akan berbeda dengan siswa di sekolah.  Berbagi dengan rekan rekan guru sudah tentu suatu penghargaan yang tinggi dari apa yang telah dikerjakan. Belum lagi,  jika mereka datang dari berbagai daerah yang jauh. Banyak teman,  tentunya banyaj berkah dan rezeki. Sudah barang tentu cara pandang dan penilaiannya akan berbeda dengan orang biasa lainnya. Ada ungkapan religius bahwa orang yang berilmu pengetahuan akan diangkat derajatnya setingkat lebih tinggi dari orang kebanyakan. Jika ilmu yang ada digunakan untuk kemashalatan umat, tentunya hidup guru penulis akan lebih mulya.

6. Meningkatkan kesejahteraan.

Banyak tulisan berarti banyak buku. Bukan sekedar komersil,  tetapi keinginan orang yang ingin tahu akan mendatangkan uang. Buku atau kajian ilmiah lain bukan barang cepat basi.  Perumpamaannya,  makin lihai sesorang koki meramu menu dengan selera pengunjung restoran akan membuat tamunya semakin banyak.  Pandai menulis dan meneliti akan di suka orang banyak.  Apalagi sifat up to date dari sisi kemutakhiran serta selera pembaca terpenuhi. Semua itu tergantung stile untuk menarik simpati agar mendatangkan kesejahteraan hidup.

7. Wahana rekreasi.

Orang bilang,  jika kerja yang disuka akan mendatangkan kebahagiaan.  Tulislah pengalamanmu dengan sepenuh hati.  Susah atau senang bukan masalah.  Jika unik orang akan belajar.  Bisa jadi menulis adalah wadah refresing menumpahkan emosi maupun kasih dan sayang. Olehnya itu guru penulis akan dapat berekreasi di atas kertasnya sendiri.

8. Ladang amal dan ibadah.

Berbagi ilmu berarti berbagi kebahagiaan untuk kemudahan. Itu semua adalah amal jariah. Manfaatnya bisa dirasakan oleh orang banyak. Guru penulis dan suka meneliti memiliki banyak ilmu yang dibuktikan sendiri. Hasilnya bisa jadi menjadi acuan pihak lain untuk menjawab masalah yang dihadapinya. Tidak bisa terbayang berapa amal sebagai jalan ibadah dari ilmu yang bermanfaat itu.

Apakah kalian ingin menjadi guru penulis dan peneliti?
Mulailah saat ini,  banyak hal positif dan menginspirasi yang bisa diperoleh.  Baik kebaikan dunia maupun akhirat.

2 komentar:

  1. Setuju Pak Suhardin, guru besar(dosen) boleh meneliti. Nanti guru jadi dosen besar dan meneliti��

    BalasHapus
  2. Rasionalnya, jika tidak menulis atau meneliti akan mengendap di golongan minimal. Apalagi wacana guru pensiun hingga 65 th. Jika umur panjang dan terus produktif, apa mungkin pak jaka dapat mencapai IVE?

    BalasHapus

KEGIATAN P5 BERTEMA PENGELOLAAN SAMPAH DI SMPN 17 KENDARI

  Membaca buletin selengkapnya buka link berikut https://sites.google.com/guru.smp.belajar.id/buletinseventeen2023-2024/halaman-muka/edisi-a...