Minggu, 04 September 2022

MATERI PEMBELAJARAN TUMBUHAN LUMUT DAN PAKU

 

 

Karakteristik tumbuhan lumut dan paku

 

Kedua tanaman ini dapat melakukan fotosintesis. Artinya bisa memproduksi makanannya sendiri karena memiliki klorofil atau zat hijau daun.

 

Lumut merupakan tumbuhan Bryophyta karena tidak memiliki daun, batang dan akar sejati. Hanya memiliki rhizoid sebagai akar, pembuluh angkutnya berupa sel parenkim dan memiliki daun yang sangat kecil. Berbeda dengan tanaman paku yang tergolong Thallophyta (Thallus) yang telah memiliki daun, batang dan akar sejati. Pembuluh angkutnya berupa xylem dan floem. Daun tanamannya menggulung dan akar berupa rhizoid bisa terbenam dalam tanah.

 

Kedua tanaman ini hidup pada tempat yang lembab. Tanaman paku biasa dijumpai sebagai epifit (menempal) pada batang tanaman lain atau bahan organic tanaman yang telah mati atau sampah organic (saprofit). Tanaman lumut bisa ditemui pada tembok, sumur atau batuan yang lembab atau sedikit terlindungi. Para penjelajah bisa menggunakan tanaman ini sebagai kompas alam.

 

Ukuran tanaman paku jauh lebih besar dibanding lumut. Jika lumut hanya mencapai satu hingga 20 cm, tanaman paku bisa tumbuh hingga setengah bahkan satu meter. Tanaman hias seperti suplir dan bunga berdoa adalah contoh tanaman paku. Keduanya tidak memiliki bunga dan biji. Alat perkembangbiakannya dengan menggunakan spora. Kedua tanaman ini mengalami metagenesis. Artinya mengalami pergiliran keturunan dengan dua fase perkembangbiakan yakni sporofit/tidak kawin dan gametofit/kawin.

 

Terdapat perbedaan menyolok metagenesis pada kedua jenis tanaman ini. Tumbuhan paku yang dilihat sehari-hari adalah fase sporofit. Sedangkan, jika kalian melihat lumut yang menempel pada batuan itu merupakan fase gametofitnya. Apakah perbedaan sporofit dan gametofit?

 

Fase pembentukan spora disebut sporofit. Fase ini bersifat aseksual atau tidak melakukan peleburan sel (tidak kawin). Sifat selnya diploid artinya masih memiliki dua sel dalam kromosomnya. Fase gametofit merupakan tahap pembentukan gamet atau alat kelamin (sel sperma dan ovum). Fase ini bersifat seksual atau kawin. Sifat selnya haploid artinya memiliki seperdua atau seperuh dari sifat induknya.

 

Selain kedua fase tersebut, terdapat istilah-istilah yang perlu dipahami dalam metogenesis (pergiliran keturunan) tanaman paku dan lumut.

1.        Mikrospora : Spora berukuran kecil sebagai penghasil sel kelamin jantan (sel sperma)

2.      Makrospora : Spora berukuran besar sebagai penghasil sel kelamin betina (sel telur)

3.      Protalium : Generasi gametofit tumbuhan paku sebagai penghasil sel kelamin jantan dan berina.

4.      Anteridium : Penghasil sel jantan (sel sperma)

5.      Arkogonium : Penghasil sel kelamin betina (sel telur)

6.      Sel sperma / spermatozoid : Sel kelamin jantan

7.      Sel telur : Sel kelamin betina

8.      Makrosporangium : Penghasil makrospora (spora ukuran besar) yang akan tumbuh menjadi protalium betina.

9.      Mikrosporangium : Penghasil mikrospora (spora ukuran kecil) yang akan tumbuh menjadi protalim jantan.

10.   Protonema : Tahap awal pertumbuhan lumut yang berasal dari spora

11.     Sporogonium : Hasil pertumbuhan zigot pada lumut yang berupa kotak spora berbentuk kapsul

12.    Sporangium : tempat pembentukan spora pada fase sporofit tanaman lumut

13.    Zigot : Sel yang terbentuk dari hasil peleburan sel kelamin jantan (sel sperma) dan sel kelamin betina (sel ovum)

14.   Diploid (2n) : Sel yang memiliki gen penuh dari kedua induknya

15.   Haploid (n) : sel yang memiliki gen separuh dari induknya

 

 

Siklus hidup tanaman paku

 

Tumbuhan paku yang terlihat merupakan fase sporofit sehingga bersifat heterospora (spora yang dikandunganya berbada – jantan dan betina). Tanaman ini akan menghasilkan spora jantan dan betina. Tahap ini fase sporofit dimulai dengan sel yang bersifat diploid (2n). Selanjutnya akan membentuk dua jenis sporangium yakni Mikrosporangium dan makrosporangium. Mikrosporangium akan membentuk mikrospora sedangkan makrosporangium akan membentuk makrospora. Fase ini merupakan akhir dari generasi sporofit. Fase gametofit dimulai dengan pembentukan protalium. Protalium jantan berasal dari mikrospora sedangkan protalium betina berasal dari makrospora. Anteridum kemudian dibentuk dari protalium jantan dan arkogonium berasal dari protalium betina. Anteridium akan menghasilkan sel sperma atau spermatozoid dan arkogonium akan menhasilkan sel kelamin betina atau sel telur. Peleburan kedua sel ini akan menghasilkan zigot sebagai bakal individu baru tumbuhan paku. Inilah tahap akhir generasi gametofitnya. Tumbuhan pun akan berkembang menjadi dewasa sebagai generasi sporofit kembali. Siklus pun akan berjalan seperti semula.

 

 

Siklus hidup tanaman lumut

 

Berbeda dengan tanaman paku, tumbuhan lumut yang terlihat dalam kehidupan kita merupakan fase gametofit. Tumbuhan dewasa yang bersifat gametofit akan menghasilkan anteridium dan arkogonium. Sel kelamin jantan atau sperma akan dihasilkan melalui anteridium sedangkan arkogonium membentuk sel kelamin betina atau sel telur. Peleburan kedua sel ini akan menghasilkan zigot yang bersifat diploid (2n). Inilah tahap akhir generasi gematofitnya. Selanjutnya tumbuhan lumut akan beralih pada generasi sporofit. Tahap ini dimulai dengan pembentukan sporogonium. Bagian ini akan membentuk sporangium. Inilah tempat pembentukan spora pada fase sporofit tanaman lumut. Spora ini sudah bersifat haploid. Setelah spora terbentuk maka akan berkembang menjadi protonema (tumbuhan lumut muda). Selanjutnya berkembang menjadi tumbuhan lumut dewasa yang masih bersifat haploid (n). Fase ini akan kembali lagi pada tahap pertama.

 

 







Minggu, 21 Agustus 2022

FORUM DISKUSI TERTULIS DAN PENUGASAN MANDIRI – KONEKSI ANTAR MATERI – MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF

 


Disusun Oleh SUHARDIN – SMPN 17 KENDARI - CGP ANGKATAN 5 KOTA KENDARI TAHUN 2022

 

Pehaman dan refleksi apa saja yang bisa disajikan?


Lingkungan sekolah seharusnya menjadi wadah nyaman dan menyenagkan bagi siswa. Lahan untuk siswa dapat beriteraksi dengan baik dalam menunbuhkan karakter positif. Guru hanya memberi tauladan, semangat dan dorongan. Bagai petani pada lahan garapan. Memberikan pupuk untuk tumbuhnya pengetahuan dan perilaku positif, mencegah gangguan yang ada, mencarikan solusi masalah yang timbul, menjaga nilai-nilai baik serta memberi ruang yang cukup untuk siswa dalam tumbuh kembangnya sesuai kodratnya. Minat dan bakat siswa menjadi modal dalam menuntun lebih jauh untuk kesejahteraan hidupnya dimasa mendatang. Siswa yang memapu tumbuh dengan karakter baik dapat menjadi indikator terciptanya disiplin positif di lingkungan sekolah. Bagaimana seseorang bisa termotivasi berperilaku dalam menata kehidupannya? Hal ini tentu sangat dipengaruhi oleh kodrat siswa, alam dan jamannya.

 

Motivasi perilaku manusia telah dijelaskan oleh Diana Gossen dalam bukunya yang berjudul Restructuring School Discipline yang membaginya dalam tiga bentuk. Pertama untuk menghindari ketidaknyamanan atau hukuman. Kedua yang menjadi motivasunya adalah untuk mendapatkan imbalan atau penghargaan orang lain. Ketiga adalah menjadi orang yang mereka inginkan dan menghargai diri sendiri dengan nilai-nilai yang mereka percaya. Kalian bila melakukan sesuatu pekerjaan, bentuk motivasinya yang mana? Disiplin positif memiliki tujuan untuk menanamkan motivasi yang bentuk ketiga pada siswa. Menjadi siswa itu menjadi orang yang mereka inginkan serta menghargai diri sendiri melalui nilai-nilai yang mereka yakini.

 

 Boleh dikatakan bahwa disiplin sebagai bentuk kontrol diri. Hal tersebut bermakna belajar untuk kontrol diri dengan tujuan dapat mencapai keadaan mulia. Apa Tujuan mulia Itu? Acuannya adalah nilai-nilai atau prinsip-prinsip mulia yang diyakini seseorang. Inilah yang dikenal dengan nilainilai kebajikan atau virtues, yang universal. Apakah dalam sebuah sekolah harus memiliki hal ini. Sebagian institusi/organisasi tentu warganya akan memiliki nilai-nilai kebajikan yang sama, bersifat universal. Tidak terbatas sehingga bersifat lintas bahasa, suku bangsa, agama maupun latar belakang. Bentuk yang dikmbangkan adalah profil pelajar Pancasila.

 

Melanggar nilai-nilai kebajikan tersebut tentu akan menetang keyakinan dari kesepakatan bersama. Biasanya aka nada hukuman. Secara sederhana hukuman ini bersifat sepihak yang dikeluarkan seseorang untuk memaksakan sesuatu yang dipikirkan agar terwujud. Menetapkan koskuensi menjadi alternative sehingga tidak bersifat dictator. Ada keepakatan awal agar semua orang taat dan mematuhinya. Jika melanggar tentu akan tahu tentang kunsukueansi yang diterima. Disiplin merupakan identitas sukses, berbeda dengan makna hukuman yang mengarah pada identitas gagal. Disiplin yang sudah bermakna positif dapat dibedakan dalam bentuk konsekuensi serta disiplin yang bentuk Restitusi,

 

Bagaimana membentuk keyakinan kelas? Terdapat beberapa hal untuk merancang sebuah keyakinan dalam kelas. Sifatnya lebih ‘abstrak’ jika dibandingkan peraturan sehingga terlihat lebih rinci dan konkrit. Pernyataan-pernyataan yang dibuat bersifat universal. Namun harus dibuat dalam konteks yang positif. Tidak terlalu banyak, mudah diingat sehingga dapat dipahami semua siswa. Keyakinan kelas sebaiknya dapat diterapkan di lingkungan kelas sehingga bersifat rasional oleh karena itu harus semua berkontribusi melalui curah pendapat. Perlu diingat harus dapat ditinjau kembali.

 

Lingkungan positif adalah lingkungan yang aman dan mendukung murid untuk menjadi pribadi yang berdaya seimbang dan bahagia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru adalah memahami lima kebutuhan dasar, yang mendasari perilaku murid. Kebutuhan untuk bertahan hidup, kebutuhan akan perasaan diterima oleh kelompok atau komunitas nya, kebutuhan akan kebebasan atau kebutuhan membuat pilihan, kebutuhan akan kesenangan dan kebutuhan akan penguasaan.

 

Perubahan dan cara berpikir apa yang terjadi?

 

Seorang guru hendaknya menghindari posisi control dengan penghukuman dan pembuat rasa bersalah. Banyak nilai negative yang akan timbul dari diri anak. Mulai dari ketidakpercayaan diri hingga tindakan yang negatif. Guru yang bijak akan mengambil posisi control manajer. Membangun kepercayaan diri untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Siswa akan merasa dihargai untuk berubah dengan tindakan gurunya. Ada saat guru ini akan berada pada posisi teman dan pemantau. Hal itu bertujuan untuk mengawasi dan memastikan kemampuan anak didik dalam kembali ke komunitasnya dengan perubahan nilai kebijakan positif. Kelima posisi kontrol tersebut adalah Penghukum, Pembuat Rasa Bersalah, Teman, Pemantau dan Manajer. 

 

Posisi manajer merupakan posisi yang idel bagi pendidik. Suara seorang guru manajer netral, tidak emosional, tidak terlalu ramah sehingga tidak bernada tingg. Gurunya tulus mengajukan beberapa pertanyaan yang bermakna. Menciptakan indentitas positif/berhasil agar membuka pikiran peserta didik. Hal ini posisi guru sebagai pembimbing siswa dalam memecahkan masalah secara mandiri. Siswa akan percaya diri dan mampu memecahkan permasalahannya. Penerapannya akan menunjang motivasi intrinsic murid. Posisi manajer mendorong penerapan disiplin positif yang memihak pada siswa sehingga memerdekakannya. Merdeka, mandiri dan bertanggung jawab menjadi tujuan sesungguhnya bagi guru tentunya.

 

Pengalaman seperti apakah yang pernah Anda alami?

 

Saya memiliki sebuah kisah tentang hal ini. Rasa takut akan teguran pernah dialami dalam beberapa tahun. Pekerjaan pun diterima walaupun berat dan diluar tupoksi yang sebenarnya. Menyamankan orang lain merupakan upaya yang dilakukan saat itu. Pernah menginginkan sebuah penghargaan atau pengakuan namun semua sirna seketika ketika harapan mulai luntur karena keadaan. Menurut diri ini jalan amal dan bakti yang dilakukan. Belum tentu orang lain memiliki penilaian yang sama. Saat orang lain mulai menghitung laba, diri hanya terdiam. Hanya doa yang nyaring terdengar ketika diri mulai terhimpit. Beberapa kemajuan dari jerih payah itu telah ditulis dalam buku yang berjudul “keringat di pelupuk mata.” Tujuan semoga sejarah tidak akan hilang dari goresan yang telah tertulis dan terdaftar. Saat itu, ada keinginan besar yang terdorong untuk bisa menginginkan sekolah menjadi maju dan berkembang. Mengajar di sekolah ini bukan hanya sekedar tempat mengais rejeki dan nafkah. Aku dilahirkan tidak jauh dari lokasi sekolah. Artinya inilah abdi di tanah kelahiranku.

 

 

Bagaimanakah perasaan Anda ketika mengalami hal-hal tersebut? Pengalaman apa dalam penerapan konsep-konsep yang di pelajari?

 

Program pelatihan guru penggerak ini memberikan wadah untuk terus mengasah kemampuan diri. Niat ini memang berat namun jalan yang ditempuh dalam menuntun siswa sangat berarti. Saya mengikuti program ini untuk meningkatkan kompetensi dan kemampuan berbakti lebih optimal. Semoga program ini memberikan pencerahan walaupun memang penuh tantangan yang berat. Hadiah apa yang perlu saya dapat? Itu tidaklah penting. Masuk sebagai peserta saja saya sudah banyak bersyukur. Saya sangat paham dengan kondisi, keadaan dan kapasitas diri sehingga hal itu dibuang sejauh-jauhnya. Tentu jika saya berhasil mengikutinya, impian menjadi guru pembelajar adalah harapan, doa dan cita-cita dalam program ini. Dampak dari ketiga motivasi ini adalah membuat keyakinan bertambah kuat untuk terus berusaha semaksimal mungkin dalam mengikutinya dan berupaya mengimplementasikannya. Ini adalah jalan amal, ibadah dan baktik diri pada profesi yang telah di pilih. Ada nilai dan tujuan yang harus dicapai dalam program ini. Manfaatnya bukan hanya bagi diri tetapi murid maupun lingkungan sekitar. Inilah motivasi terbesar yang mendorong semangat untuk terus berbuat dan berubah.

 

Semoga cerita ini bukan sebuah kesombongan. Kadang memang ada keterlambatan masuk kelas, permohonan maaf dilakukan sebelum kegiatan pembelajaran di mulai. Hal itu memang terjadi sebagai manusia biasa dan mengemban tugas lain dalam lingkungan sekolah. Tepat waktu bagi saya sangat penting. Datang lebih awal untuk menyapa siswa atau pun mempersiapkan proses pembelajaran jam pertama menjadi alasannya. Saya beruapaya untuk masuk sebelum mereka datang setelah apel pagi. Bagaimana dengan jam selanjutnya? Mengakhiri pembelajaran 3-5 menit sebelum bel pergantian adalah penting. Agar guru lain tidak merasa dirugikan. Berdiri depan kelas sebelum jam pembelajaran di mulai dilakukan untuk mengefektifkan waktu dalam pembelajaran. Ini bukan masalah pujian, takut pada atasan ataupun ingin memperoleh hadiah. Memberikan contoh pada peserta didik itu penting sebelum penjelasan atau nasihat diberikan. Sangat khawatir jika siswa sudah tidak percaya pada saya. Lebih takut hal itu dari pada mendepat teguran dari pimpinan.

 

Keyakinan itu nilai kebajikan universal, disepakati dan lebih memotivasi instrinsik. Seseorang akan lebih tergerak dan bersemangat dengan apa tujuan utamanya.  Disiplin dan Nilai-nilai Kebajikan Universal, menjadi landasan dan suatu keyakinan.  Oleh karena itu, sebelum menentukan visi dan misi atau tujuan dari sebuah institusi/sekolah terlebih dahulu perlu menentukan nilai-nilai kebajikannya. Mensosialisasikannya dapat melalui Alurnya yakni lihat daftar kebajikan – tentukan nilai yang utama – penyempurnaan nilai kebajikan – buatkan poster.

 

Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan segitiga? Setelah mempelajari modul ini,  posisi apa yang Anda pakai, dan bagaimana perasaan Anda sekarang? Apa perbedaannya? 

 

Seorang guru hendaknya menghindari posisi control dengan penghukuman dan pembuat rasa bersalah. Banyak nilai negative yang akan timbul dari diri anak. Awalnya hal tersebut sering terjadi dalam kegiatan pembelajaran maupun penerapan disiplin secara luas dilingkungan sekolah. Banyak dampak yang bisa timbul. Mulai dari ketidakpercayaan diri hingga tindakan yang negatif. Guru yang bijak akan mengambil posisi control manajer. Inilah perubahannya yang dilakukan. Membangun kepercayaan diri untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Siswa akan merasa dihargai untuk berubah dengan tindakan gurunya. Ada saat guru ini akan berada pada posisi teman dan pemantau. Hal itu bertujuan untuk mengawasi dan memastikan kemampuan anak didik dalam kembali ke komunitasnya dengan perubahan nilai kebijakan positif. Hal yang perlu dipertimbangkan Posisi penghukum dan rasa bersalah merupakan motivasi eksternal dengan identitas gagal sehingga dikategorikan perilaku control negative. Posisi teman, pemantau dan mengajar merupakan identitas berhasil atau sukses. Teman dan pemantau ini adalah perilaku control positif sedangkan manajer adalah kontrol diri. Setipa posisi control akan memberikan cara berkata, bertindak dan hasil yang berbeda-beda.

 

Segitiga restitusi merupakan suatu proses dialog yang dijalankan oleh guru atau orang tua sehingga dapat mengahsilkan anak didik yang mandiri dan bertanggung jawab. Hal dilakukan pada saat guru berada pada posisi manajer. Aspek yang dikembangkan adalah motivasi intrinsic. Inilah yang akan menumbuhkan nilai kebajikan dan perilaku positif dalam pembentukan kebajikan. Proses dialog ini digambarkan pada tiga sisi dari sebuah segi tiga. Pertama menstabilkan identitas, kedua adalah validasi tindakan yang salah serta yang ketiga, menanyakan keyakinan. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada segitiga restitusi adalah mengaitkan nilai atau keyakinan, kesediaan, relevan, usaha dan waktu.

 

Segi tiga restitusi memberikan gambaran tentang upaya pembentukan karakter siswa dari diri sendiri. Menstabilkan terlebih dahulu tentang perilaku gagalnya lalu memvalidasinya. Menyadari kesalahan yang ada dan perupaya ketenangan diri telah hadir sehingga tahu kebutuhannya. Tahap akhir adalah berupaya menyakinkan sebuah perubahan positif. inilah nilai kebajikan yang menjadi kerekater yang patut dipahami serta dilakukan.

 

Restitusi ketika menghadapi permasalahan murid Anda? Jika iya, tahap mana yang Anda praktekkan dan bagaimana Anda mempraktekkannya?

 

KASUS 1

Bulan terburu-buru keluar dari perpustakaan sekolah. Tiba-tiba seseorang menabraknya. Bukunya terhambur berantakan dilantai. Belum sempat mengambilnya, beberapa buku ditendang menjauh darinya. Spontan teman-temannya tertawa. Pelakunya Santi, siswa sekelas dengannya.

Mengapa Santi dan Bulan Bertengkar? Bukanya mereka sekelas? Kasus ini berawal di pagi hari namun puncaknya saat jam istirahat. Tragedi apa yang terjadi? Bagaimana proses penyelesaiannya?
Pak Udin       : Silahkan duduk! Apakah bisa kita selesaikan masalah ini?
Santi               : Habisnya saya kesal pak.
Pak Udin       : Setiap tindakan tentu ada alasannya? Kamu…
Santi               : Tentu pak, dia menumpahkan sarapan pagiku hari ini.
Pak Udin       : Pantas kamu kesal, apakah dia sengaja melakukannya?
Santi               : Entalah pak, akibatnya saya tidak sarapan hari ini. Uang untuk
  jajanpun tidak ada.
Pak Udin       : Wah Hebat. Walaupun kesal, kamu masih bisa mengendalikan diri.
Santi               : Sebenarnya tadi saya ingin memukulnya.
Pak Udin       : Apakah kamu telah menjadi sosok teman yang baik?
Santi               : Belum pak (menunduk dengan suara lebih pelan)
Pak Udin       : Apa kamu yakin tindakan itu?
Santi               : Sesama teman harus saling memahami pak
Pak Udin       : Apa yang seharusnya kamu lakukan?
Santi               : Seharusnya saya menjelaskan pada Bulan kalau saya tidak bisa
  jajan hari ini.
Pak Udin       : Bulan, Apakah kamu memiliki solusi?
Bulan             : Saya tidak sengaja pak. Saya akan mengganti sarapan paginya.
  Tapi maaf, tidak akan sama.
Pak Udin       : Baik, semua orang bisa saja berbuat salah. Bagaimana Santi?
Santi               : Bulan saya minta maaf ya.
Bulan             : Maafkan juga saya ya.
Keduanya berpelukan dan keluar ruangan sambil tersenyum.
 

KASUS 2

 

Melea ingin pulang cepat namun tidak ingin meminta surat izin dari guru piket. Memanjat pagar sekolah adalah pilihannya. Mengapa? Dia pun tidak beruntung karena ketahuan oleh Pak Udin. Bagaimana kasus ini diselesaikan?

 

Pak Udin         : Apakah kamu tahu waktu pembelajaran hari ini selesai?

Melea               : Tahu Pak. Jam 12.00.

Pak Udin         : Sekarang mata pelajaran apa di kelasmu?

Melea               : IPA pak.

Pak Udin         : Apakah kamu memiliki alasan melakukan ini?

Melea               : Saya ingin pulang cepat karena Ibu harus ke Puskesmas    

                             mengantarkan adikku yang sakit.

Pak Udin         : Kamu anak yang peduli. Siswa yang baik tentu tahu aturannya

  bagaimana?

Melea               : Saya malu pak, sudah tiga hari saya izin terus karena pulang

   menjaga adik. Ibuku harus kerja saat itu.

Pak Udin         : Baiklah nak. Kita akan menyelesaikan masalah ini.

Melea               : Maaf pak. Saya akan memperbaiki diri.

Pak Guru         : Apa yang kamu yakini dari kesepakatan kelas tentang kasus ini?

Melea               : Jika ingin keluar sekolah harus minta izin kepada guru piket pak.

Pak Udin         : Jika demikian, upaya apa untuk memperbaikinya?

Melea               : Saya akan menjelaskan pada Pak Guru IPA tentang kejadian ini

   pak.

Pak Udin         : Kamu yakin bisa melakukannya?

Melea               : Saya akan meminta maaf pada beliau dan sekaligus memohon izin

   lagi untuk pulang hari ini pak.

Pak Udin         : Baiklah nak, jujur dan keterbukaan itu penting. Bapak doakan

 adikmu cepat sembuh dan kamu dapat belajar lebih baik.

Melea             : Saya berjanji pak, hal ini tidak akan terulang lagi. Terima kasih pak.

 

Beberapa contoh kasus yang berbeda tentang posisi control. Inilah bentuk konsep pertanyaan yang dipraktekan. Apakah kalian tahu kalau kalian berada dalam masalah sekarang? Ya Bapak bisa lihat kalian merasa senang melakukannya, tetapi yang kalian lakukan merugikan orang lain, sehingga sekarang kalian dalam masalah. (Pembuat rasa bersalah) Baiklah. Bapak disini bukan untuk mencari siapa yang salah, Bapak disini untuk mencari penyelesaian sama-sama, berpikir sama-sama tentang apa yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki situasi ini. Kalian pasti melakukan itu ada alasannya ya. Pasti seru ya main lempar-lemparan makanan begitu. (teman). Nah sekarang mari kita selalu mengindahkan keyakinan kelas kita. besok kita ke kantin, dan kalian bisa berperilaku lebih baik lagi (Pemantau)

 

Kalimat yang biasa diungkapkan sangat banyak untuk sebuah manajer. Sekarang mari kita bicara tentang keyakinan kelas dan keyakinan sekolah kita. Apa yang kita percaya? Yang mana yang kalian belum tunjukkan? Kalian berdua ingat dengan baik keyakinan kelas kita Kita kembali pada ketika kalian main lempar-lemparan makanan dan mengenai Ibu Dina, apakah ketika kalian melakukan itu kalian menghormati orang lain dan lingkungan? Tapi kalian mendapatkan rasa senang. Menurut Bapak, ada cara untuk mendapatkan rasa senang, tanpa merugikan orang lain. Bagaimana menurut kalian? (Manajer)

 

Kasus tersebut diawali dengan posisi pembuat rasa bersalah. Guru mengembalikan permasalahan dari tindakan mereka sendiri. Keduanya hingga tertunduk sebagai tanda rasa bersalah. Sang Guru kemudian mengendalikan keadaan dengan posisi ke dua yakni berteman. Bersama berpikir untuk mencari jalan keluar. Posisi manajer terlihat dari pembehasan keyakinan kelas yang telah disepakati. Menganalisa melalui jawaban keduanya. Mereka pun mengetahui dampak dari kesalahannya. Guru pun mengajak dalam perjajian untuk mengetasinya di kantin esok hari. Inilah posisi manajer yang dilakukan guru. Pemantauan dilakukan guru saat mereka berada di kentin keesokan harinya

.

Kontrol Manajer karena langkah pertama menstabilkan keadaan dimana guru mengembalikan permasalahan dari tindakan mereka sendiri. Keduanya hingga tertunduk sebagai tanda rasa bersalah . Langkah kedua adalah validasi tindakan yang salah. Guru dan kedua siswa, bersama berpikir untuk mencari jalan keluar. Posisi manajer terlihat dari pembehasan keyakinan kelas yang telah disepakati. Inilah langkah menayakan keyakinan untuk pengambilan keputusan menyelesaikan masalah.

 

Suhardin – Guru SMPN 17 Kendari

Jumat, 15 Juli 2022

CONTOH RANCANGAN PROYEK PROFIL PELAJAR PANCASILA DI SEKOLAH

Modul 1.3 kegiatan pelatihan guru penggerak telah dijabarkan bagaimana sebenarnya profil pelajar pancasila di sekolah. Saya mengutipnya secara ringkas yani :

Profil Pelajar Pancasila tersebut pun dihidupi oleh para pendidik sebagai model mental mereka. Profil Pelajar Pancasila mengandung enam dimensi yang kesemuanya berakar pada falsafah Pancasila: (1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan berakhlak mulia; (2) Mandiri; (3) Bergotong-royong; (4) Berkebinekaan global; (5) Bernalar kritis; (6) Kreatif.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3, dimana Pendidikan diselenggarakan agar setiap individu dapat menjadi manusia yang “beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab. Kedua semangat ini yang kemudian memunculkan sebuah pedoman, sebuah penunjuk arah yang konsisten, dalam pendidikan di Indonesia.

SMPN 17 Kendari telah mengadakan kegiatan IHT Merdeka Belajar. Saya pun mengusulkan salah satu contoh bentuk kegiatannya. Rancangan tersebut dapat dilihat pada link berikut.

Contoh bentuk Proyek Profil Pelajar Pancasila di Sekolah Silahkan klik.

Kisah Sang Juri di Wilayah Tambang

Merujuk Surat Keputusan Pengurus PGRI Provinsi Sultra Nomor : 100.a/KEP/PROV/XXII/2022 tentang penetapan dewan juri lomba video pembelajaran...