Minggu, 08 Mei 2022

Kerukunan Keluarga Lahontohe – Masigi Berhalal Bi Halal

 


Kediaman Ny. Rahmatia menjadi tempat pelaksanaan halal bi halal saat ini. Sesuai rencana, Minggu kedua (8/4) menjadi agenda yang disatukan dengan arisan keluarga. Sebenarnya pelaksana kegiatan ini adalah keluarga Suhardin sebagai tuan rumah. Keinginannya untuk memindahkan ke rumah orang tuannya (Ny. Rahmatia) agar ibunya bisa bersilaturahim dengan keluarga kerukunan.

 

Beberapa syukuran keluarga juga terselip dalam acara rutin keluarga ini. Rumah yang beralamat di Jalan Gunung Meluhu atau Y. Wayong No. 23A biasanya agak sunyi, kini menjadi ramai kembali. Menjelang pukul 10.00 Wita acarapun dimulai. Pengaji mengumandangkan ayat-ayat suci Al Quran, pada kesempatan ini dilantunkan oleh Ny. Jainuddin. Pembawa acara ini, dipercayakan pada Bapak La Pena.

 

Drs. La Anse, S.Pd.,M.Pd membuka kegiatan dengan beberapa petuah dan nasihat. Kegiatan Halal Bi Halal ini merupakan kegiatan islamiah yang menjadi program tahunan, begitulah salah satu pembuka kata yang diungkapkannya. Selaku ketua kerukunan, beliau juga sedikit memberikan penjelasan tentang keberadaan dan asal muasal dari nama perkumpulan keluarga ini.

 

Kampung Lahontohe merupakan kawasan pemukiman tertua yang berada di Tongkuno. Leluhur masyarakatnya bermukim di sekitar masjid saat masuknya peradaban islam di daerah tersebut. Wilayah sekitar masjid inilah yang disebut sebagai Masigi. Kota kata Bahasa Muna, Masigi berarti masjid. Perpindahan masyarakatnya di Kota Kendari telah berlangsung sangat lama. Awal domisilinya berada di sekitar Home Base Tobuuha. Salah satu rumah pertama yang ditinggali keluarga ini adalah kediaman Alm La Nata, tempat pelaksanaan acara hari ini. Diperkirakan mencapai lebih dari 500 jiwa yang tersebar di Kota Kendari. Diakhir sambutannya, beliau sangat mengharapkan adanya jalinan kekeluargaan yang erat antar anggota.

 

Hikmah halal bi halal diantarkan oleh Drs. H. Muh. Amir Karim. Banyak hal yang diutarakan tentang keutamaan menjalin silaturahim dalam kehidupan manusia. Akibat maupun penyebab juga diuraikan. Beliau mengungkapkan sikap dengki dan iri hati bisa memacahkan tali silaturahim. Sikap saling memaafkan menjadi jembatan penyambungnya. Salah satunya melalui kegiatan seperti ini. Diakhir ceramahnya dilakukan doa bersama.

 

Kegiatan tahun ini menjadi berkah tersendiri bagi keluarga Ny. Rahmatia. Bukan hanya karena bertepatan dengan hari libur atau cuti bersama. Berkumpulnya sepuluh orang anaknya menjadikan lebaran makin terasa ramai. Mereka yang telah tersebar di berbagai kota pulang kampung di Kendari. Walaupun kedatangan tidak bersamaan namun kehadiran mereka ikut membuat suasana menjadi berbeda.

 

Setelah santap siang bersama, acapun dilangsungkan dengan kegiatan arisan keluarga. Sebelum azan zuhur berkumendang, acarapun ditutup. Disepakati pula kegiatan arisan berikutnya. Rumah kediaman keluarga Salin Gafar menjadi pilihan peretemuan berikutnya. Tempat ini besara di sekitar Brimob Sultra. Ny. Salin Gafar mengutarakan akan mengirimkan serlok di grup WA untuk memudahkan keluarga mengunjunginya. Tanggal 12 Juni 2022 menjadi hari pelaksanaan arisan. Pilihan hari minggi di pukul 15.30 Wita adalah waktu yang disepakati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERDIFERENSIASI DI UJUNG TELUK

  Usai paparan materi, baru diri tersadar akan sebuah hal. Sekolah ini pernah menjadi jalan dalam menyusun skripsi dua puluh lima tahun lalu...