Minggu, 09 Juli 2017

NEWS MASIGI LAHONTOHE



      Halal bi halal dilakukan untuk mengeratkan silaturahim merupakan kegiatan rutinitas tahunan bagi umat muslim di Indonesia setelah menunaikan ibadah puasa. Kediaman Ny. Rahmatia yang terletak di jalan Y Wayong No.23 A Kelurahan Tubuuha Kecamatan Puuwatu Kota Kendari merupakan tempat yang dipilih untuk pelaksanaan halal bi halal Kurukunan Keluarga Masigi Lahontohe di Kendari. Kegiatan tersebut berlangsung pada hari Minggu (9/7/2017) dari pukul 09.00 hingga 11.00 WITA.
      Lantunan ayat-ayat Al Quran yang dikumandangkan Ustaz La Rano, S.Sos mengawali kegiatan halal bi halal pagi itu. Suara merdunya telah membawa suasana hening pada segenap keluarga yang datang memenuhi undangan KKML (Kerukunan Keluarga Masigi Lahontohe).
      La Wose, S.Pd.,M.Pd selaku ketua kerukunan mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat berarti untuk membersihkan diri dari dosa antar sesama manusia. Menurutnya dalam bersilaturahim terdapat nilai-nilai karakter yang patut tertanaman dalam kehidupan rumah tangga maupun bertetangga. Nilai-nilai tersebut pada masa sekarang ini sudah mulai luntur dengan peradaban sehingga tatakrama selalu dikesampingkan. Itulah mengapa banyak kasus keluarga yang bersifat negatif sering berujung pada kekerasan, penghinaan bahkan pembunuhan. Penyebabnya karena akhlak dan hubungan yang kurang baik, menurutnya.
      Menjalin hubungan yang baik dengan sesama khususnya dalam kehidupan keluarga menjadi lebih penting. Yang lebih penting lagi, sesama manusia harus saling memaafkan. Hal itu dikemukakan oleh Ustaz Abdul Rachman, S.Pd.,M.Pd saat membawakan hikmah halal bi halal. Menurutnya kehilafan bisa saja terjadi khususnya dalam lisan manusia. Kegiatan seperti ini memang tradisi Bangsa Indonesia sehingga bukan hanya menjaga silaturahim antar umat muslim tetapi juga umat lainnya yang merupakan tetangga ataupun kerabat dekat. Pada kesempatan itu, dikemukakan pula beberapa kisah nabi dan rasul dalam menjaga silaturahim serta akhlak antar sesama.
      Sebagai acara inti, Drs. La Kamu menuntun acara halal bi halal dengan saling berjabat tangan satu dan lainnya. Suasana harupun terjadi ketika para handaitoulan saling melepas maaf. Bahkan beberapa diantaranya saling berangkulan dengan arat, seraya meneteskan air mata. Lingkaran besar pun terbentuk agar antara satu dan lainnya tidak luput dari kesempatan untuk saling bermaafan. Acara siang itu kemudian dilanjutkan dengan arisan keluarga dan menetapkan pelaksanaan bulan berikutnya di kediaman bapak La Wose, S.Pd.,M.Pd pada hari sabtu, tanggal 12 Agustus 2017. (udn).







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERDIFERENSIASI DI UJUNG TELUK

  Usai paparan materi, baru diri tersadar akan sebuah hal. Sekolah ini pernah menjadi jalan dalam menyusun skripsi dua puluh lima tahun lalu...