Tampilkan postingan dengan label Profesi Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profesi Guru. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Desember 2025

Kisah Sang Juri di Wilayah Tambang

Merujuk Surat Keputusan Pengurus PGRI Provinsi Sultra Nomor : 100.a/KEP/PROV/XXII/2022 tentang penetapan dewan juri lomba video pembelajaran, saya pun bersiap untuk memenuhi tangung jawab itu. Surat elektronik yang disampaikan membuat jiwa seolah bangkit untuk berbenah kembali. Maklumlah acara yang berlangsung dari 10 hingga 17 Desember 2022 merupakan undangan resmi perdana dalam ajang ini.

Tempat kegiatan yang jauh tidak membuat semangat mengendur. Molawe di Konawe Utara menjadi kunjungan perdana. Walaupun tiga tahun lalu wilayah ini pernah didatangi namun bukan di wilayah yang sama. Saat itu tergabung dalam kegiatan sosial untuk membantu masyarakat yang terkena dampak banjir bandang. Apakah perjalanan yang ditempuh tiga jam lebih? Inilah yang menyelimuti pikiran. Kenangan sebelumnya telah membuat lelah dalam perjalanan.

 

Masalah transportasi memang menjadi kendala. Angkutan umum yang ada belum diketahui terminalnya. Informasi yang diperoleh, jumlah dan waktu keberangkatannya tidak menentu. Biasanya dilakukan pemesanan terlebih dahulu. Kekalutan pikiran itu bertambah dengan kegiatan yang mendadak di Kendari. Waktu pelaksanaan lokakarya enam dan acara keluarga menjadi pertimbangan untuk datang diawal waktu. Kompromi yang dilakukan, menyebabkan waktu pelaksanaan kegiatan ditentukan pada 12 Desember 2022.



Sarana transportasi yang diperoleh mengalami pembatalan. Akhirnya jalan ke wilayah tambang berujung dengan tumpangan pada salah seorang kawan di Pelatihan Guru Penggerak. Sangat mencengangkang karena drivernya adalah seorang wanita.  Kelihaian mengendalikan mobil sangat mengagumkan. Menyimak ceritanya, dahulu pernah bertugas di Molawe dengan waktu yang lama. Wanita pengajar di salah satu sekolah kejuruan itu, rupanya sosok Wanita berprestasi. Beliau berhasil menjadi salah seorang guru terpilih untuk mengajar ke Luar Negeri. Pengalamannya itu, terbagi saat menempuh kurang lebih dua jam perjalanan menuju Konawe Utara. Status Hajja telah disandingnya sebagai nikmat Allah karena mengajar di wilayah Arab Saudi.

 

Suasana malam hari menyebabkan situasi Molawe tidak terpantau baik. Alamat sekertariat panitia yang telah dikantongi susah ditemukan. Sang Driver Wonder Women akhirnya menghubungi kawan lamanya. Hasilnya, kami bertiga dapat tumpangan menginap. Kebaikan tuan rumah menyebabkan kami tidak lagi mencari menu makan malam itu. Berdasarkan petunjuk tuan rumah, kami pun berhasil menemukan alamat yang dituju.

 

Sungguh suatu kenyataan yang terlihat dengan mata sendiri. Kondisi wilayah tambang yang dekat menyebabkan beberapa sudut pandang terlihat lokasi penggalian serta hiruk pikuk kendaraan besar pengangkut bahan galian. Debu yang ada bukan hanya terlihat dipinggir jalan. Ruang kelas tempat pelaksanaan lomba pun tidak luput dari debu. Pembenahak kecil dilakukan untuk menyesuaikan tempat kegiatan sebaik mungkin.

 

Suasana itu terhibur dengan penampilan peserta yang sangat inovatif. Kemampuan pembuatan video pembelajaran sangat memikat. Tantangan keikutsertaan memang menjadi sorotan saat penjurian. Tidak semua guru mampu memanfaatkan aplikasi dengan koneksi internet yang memadai. Bahkan banyak yang datang dari pelosok namun ide atau gagasan mengajarnya sangat menginspirasi.

 

Saat penjurian peserta pertama, ada hal yang membuat keharuan dalam hati. Rupanya penunjukan menjadi juri sebuah permintaan yang diharapkan. Menjadi juri tamu dengan status kehormatan adalah anugrah yang sangat disyukuri. Belum pernah dalam sebuah ajang lomba sejenis yang diberikan penghargaan yang tinggi ini. Kegiatan dilingkup sekolah saja, saya hanya mampu duduk di bangku peserta. Bukan hanya sendiri menyandang hal tersebut. Pihak media lokal nasional menjadi kawan dalam penjurian. Kesempatan ini dipergunakan untuk memberikan kinerja yang terbaik. Tentu sesuai kapasitas dan kemampuan yang dimiliki. Terkadang sulit untuk memilih satu diantara beberapa yang terbaik. Kehati-hatian menjadi pegangan sebagai upaya memberikan yang terbaik. Saya hanya menilai pada jenjang sekolah menengah pertama. Namun pesertanya memiliki jumlah yang terbanyak.

 

Peserta terakhir berasal dari Konawe Utara. Setelah tuan rumah mengakhiri wawancaranya, kegiatan belum juga berakhir. Menjelang magrib, penguatan diberikan pada peserta. Saya pun berbagi pengalaman dalam pembuatan video pembelajaran. Harapanya, ada video terbaik yang tetap dibuat pada masa mendatang. Bukan hanya untuk lomba tetapi media itu akan menghias ruang kelas saat mengajar dengan kualitas yang baik. Seusai azan Magrib, jemputan datang.

 

Salat menjadi perioritas setelah tiba dipenginapan. Namun makan malam harus ditunda, rekap nilai harus disetor sesaat lagi. Mobil tumpangan harus Kembali malam itu. Menghitung nilai secara berulang tetap dilakukan agar tidak merugikan peserta. Sesuai makan seadanya, kami pun pamit untuk menuju ke Kota Kendari. Perjalanan Kembali memakan waktu yang lebih lama. Berjalan di suasana malam menyebabkan jarak tempuh yang sama dilalui dengan waktu hamper tiga jam. Walaupun berkeliling di Konawe Utara terurungkan, namun pengalaman banyak diperoleh. Melihat beberapa pabrik pengolahan nikel yang besar, bertemu kawan-kawan lama antar kabupaten, merasakan suasana menjadi juri kehormatan, mendapatkan tambahan subscribe dari peserta serta bertukar pengalaman dalam mengajar menjadi hal yang tidak terlupakan.

Nara Sumber di Akhir Tahun

Setahun lalu, undangan dari komunitas Guru Ngeblok menutup kegiatan berbagi saat itu. Kegiatan di akhir Desember tahun ini undangan yang berbeda diterima melalui WhatsApp. Permintaan nara sumber bagi kegiatan Program Pendidikan Guru Universitas Haluoleo menjadi kegiatan berbagai dipenghujung tahun 2022. Menjelang sore  di hari Senin (26/12) panitia telah memberikan arah topik yang akan dipaparkan. Pesertanya sebanyak 26 orang yang merupakan Mahasiswa PPG dalam jabatan tahun ini.

 


Materi tentang pembelajaran berdiferensiasi menjadi bahan yang saya berikan. Bukan seorang diri, namun Pak Hakim sebagai guru di jenjang SMK ikut memberikan pengalamannya. Bukan hanya teori namun banyak praktik baik yang diungkapkan. Banyak aksi nyata dalam pembelajaran modul 2.1 tentang pembelajaran yang berpihak pada murid menjadi bahan pembicaraan. Sesi paparan hanya berlangsung 15 menit. Walaupun singkat, namun saya menyempatkan untuk memberikan materi inovasi yang telah dilakukan.

 

Bekal terasi menjadi media sekaligus cara berdeferensiasi yang telah lama dipraktekan. Bagaimana memuat program diferensiasi dalam pengambangan sekolah? Menjadi materi penutup yang dijelaskan. Pengembangan media buletin digital untuk literasi sekolah adalah temanya. Saya pun mengirimkan link sebagai bahan bacaan. Terdapat infografis tentang alur diferensiasi yang dibuat sendiri.

 

Terdapat tiga pertanyaan yang terdengar diruang virtual malam itu. Saya memberikan beberapa penekanan dalam menjawabnya. Persiapan mengajar berupa pra asesmen, rencana pembelajaran dan hal-hal lain yang perlu diketahui sebelum membuka ruang kelas menjadi penting untuk berdiferensiasi. Jenis konten, proses dan produk pun menjadi hal yang berpengaruh. Minat dan bakat siswa, kesiapan belajar serta profil belajarnya harus mampu diterjemahkan dalam menuntun keperpihakan pada murid. Hal yang tidak boleh dilupakan adalah bagaiaman siswa mampu mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.

 

Keesokan harinya, saya bertemu dengan guru pamong mereka. Ucapan terimakasih dan ungkapan refleksi diperoleh. Saya pun merasa bersyukur bisa melakukan Amanah yang tidak biasa ini. Kegiatan ini menjadi webinar perdana setelah mengikuti Pendidikan Guru Peggerak Angkatan 5 Kota Kendari. Dosen pengampuhnya memberikan penjelasan bahwa, nara sumbernya diupayakan dari guru-guru penggerak.

Minggu, 14 Desember 2025

ATRAKSI TALI TEMALI GUDEP JENDRAL SUDIRMAN (SMPN 17 KENDARI)

Kegiatan pagi "berserri" hari itu diisi dengan ragam kreativitas siswa. Selain kegiatan literasi bersama, yang menarik lagi adalag atraksi ketangkasan regu putra Gudep Jendral Sudirman. Berpanduan bahasa morse bendera, beberapa anggota penggalang memasuki lapangan dengan penuh semangat.

Ketangkasan dalam tali temali diperagakan di awal penampilan

Persiapan penyangga kaki tiga dibuat selanjutnya

Setelah beberapa saat barulah terlihat dan mulai dipahami apa sebenarnya yang mereka kerjakan. Tentu, bagi anggota pramuka hal ini bukan hal baru tetapi yang belum masuk aktif menjadi anggota gudep ini hal yang menyita perhatian.

Setiap anggota tim memiliki peran yang sangat urgen

Tiang benderanya, hampir kelar

Ikatan simpulnya harus kuay ya!

Butuh tonggat Pramuka dan tali penolong sebagai bahannya

Kekompakan tim sangat diperlukan untuk membuat tiang bendera ini. Biasanya saat perkemahan, bangun ini digunakan dan ditempatkan di bagian depan tenda. Baik untuk pemajangan bendera Merah Putih maupun bendera regu. Saat upacara atau apel besar ornamen ini juga bisa digunakan.

Selasa, 25 November 2025

PEMBINA UPACARA MENJELANG HUT GURU DAN PGRI

 


Belajar dari alam

Benih mengajarkan kita bagaimana untuk terus tumbuh secara berlahan menjadi semak, pihang, tihang dan akhirnya menjadi pohon yang besar ditengah ekosistim yang luas. Begitulah belajar dengan jenjang yang telah ada.

Pohon yang tinggi tentu memiliki akar yang kokoh untuk terus tegak dan menjalani hidup. Maka belajrlah dengan tekun agar hidup tidak terobang ambing dan tetap teguh dengan pengalaman hidup dan cara hidup yang baik.

Namun inngatlah dari mana kamu berasal. Lumut yang kecil membutuhkan perjuangan yang besar untuk hidup di lahan yang tandus. Mengoyak batuan untuk beradaptasi sepanjang hidupnya. Meraih titik air agar bisa bertahan. Setelah tanah menjadi gembur, Dia mampu mengundang pohon lain untuk tumbuh bersama. Itulah maknanya ilmu dengan iman dan taqwanya menjadi beriringan.

Katika hujan, air yang jatuh digunung akan menenukan jalan menuju samudra yang luas. Jika tidak sampai, tetesannya akan berguna bagi banyak mahluk. Begitulah belajar, Selalu mencari solusi dari masalah yang dihadapi dan tetap berguna bagi semua.

Maka tegaklah bagai gunung yang tinggi agar bisa meraih cia-cita yang diinginakn. Itulah mengapa belajar itu menjadi sebuah kewajiban untuk hidup damai, selamat dan sejahtera di dunia dan diakhirat semua butuh ilmu dan pengethuan yang baik.



Link kegiatan peringatan hari guru tahun 2025 oleh OSIS SMPN 17 Kendari





Kisah Sang Juri di Wilayah Tambang

Merujuk Surat Keputusan Pengurus PGRI Provinsi Sultra Nomor : 100.a/KEP/PROV/XXII/2022 tentang penetapan dewan juri lomba video pembelajaran...