Senin, 29 Desember 2025

Kisah Sang Juri di Wilayah Tambang

Merujuk Surat Keputusan Pengurus PGRI Provinsi Sultra Nomor : 100.a/KEP/PROV/XXII/2022 tentang penetapan dewan juri lomba video pembelajaran, saya pun bersiap untuk memenuhi tangung jawab itu. Surat elektronik yang disampaikan membuat jiwa seolah bangkit untuk berbenah kembali. Maklumlah acara yang berlangsung dari 10 hingga 17 Desember 2022 merupakan undangan resmi perdana dalam ajang ini.

Tempat kegiatan yang jauh tidak membuat semangat mengendur. Molawe di Konawe Utara menjadi kunjungan perdana. Walaupun tiga tahun lalu wilayah ini pernah didatangi namun bukan di wilayah yang sama. Saat itu tergabung dalam kegiatan sosial untuk membantu masyarakat yang terkena dampak banjir bandang. Apakah perjalanan yang ditempuh tiga jam lebih? Inilah yang menyelimuti pikiran. Kenangan sebelumnya telah membuat lelah dalam perjalanan.

 

Masalah transportasi memang menjadi kendala. Angkutan umum yang ada belum diketahui terminalnya. Informasi yang diperoleh, jumlah dan waktu keberangkatannya tidak menentu. Biasanya dilakukan pemesanan terlebih dahulu. Kekalutan pikiran itu bertambah dengan kegiatan yang mendadak di Kendari. Waktu pelaksanaan lokakarya enam dan acara keluarga menjadi pertimbangan untuk datang diawal waktu. Kompromi yang dilakukan, menyebabkan waktu pelaksanaan kegiatan ditentukan pada 12 Desember 2022.



Sarana transportasi yang diperoleh mengalami pembatalan. Akhirnya jalan ke wilayah tambang berujung dengan tumpangan pada salah seorang kawan di Pelatihan Guru Penggerak. Sangat mencengangkang karena drivernya adalah seorang wanita.  Kelihaian mengendalikan mobil sangat mengagumkan. Menyimak ceritanya, dahulu pernah bertugas di Molawe dengan waktu yang lama. Wanita pengajar di salah satu sekolah kejuruan itu, rupanya sosok Wanita berprestasi. Beliau berhasil menjadi salah seorang guru terpilih untuk mengajar ke Luar Negeri. Pengalamannya itu, terbagi saat menempuh kurang lebih dua jam perjalanan menuju Konawe Utara. Status Hajja telah disandingnya sebagai nikmat Allah karena mengajar di wilayah Arab Saudi.

 

Suasana malam hari menyebabkan situasi Molawe tidak terpantau baik. Alamat sekertariat panitia yang telah dikantongi susah ditemukan. Sang Driver Wonder Women akhirnya menghubungi kawan lamanya. Hasilnya, kami bertiga dapat tumpangan menginap. Kebaikan tuan rumah menyebabkan kami tidak lagi mencari menu makan malam itu. Berdasarkan petunjuk tuan rumah, kami pun berhasil menemukan alamat yang dituju.

 

Sungguh suatu kenyataan yang terlihat dengan mata sendiri. Kondisi wilayah tambang yang dekat menyebabkan beberapa sudut pandang terlihat lokasi penggalian serta hiruk pikuk kendaraan besar pengangkut bahan galian. Debu yang ada bukan hanya terlihat dipinggir jalan. Ruang kelas tempat pelaksanaan lomba pun tidak luput dari debu. Pembenahak kecil dilakukan untuk menyesuaikan tempat kegiatan sebaik mungkin.

 

Suasana itu terhibur dengan penampilan peserta yang sangat inovatif. Kemampuan pembuatan video pembelajaran sangat memikat. Tantangan keikutsertaan memang menjadi sorotan saat penjurian. Tidak semua guru mampu memanfaatkan aplikasi dengan koneksi internet yang memadai. Bahkan banyak yang datang dari pelosok namun ide atau gagasan mengajarnya sangat menginspirasi.

 

Saat penjurian peserta pertama, ada hal yang membuat keharuan dalam hati. Rupanya penunjukan menjadi juri sebuah permintaan yang diharapkan. Menjadi juri tamu dengan status kehormatan adalah anugrah yang sangat disyukuri. Belum pernah dalam sebuah ajang lomba sejenis yang diberikan penghargaan yang tinggi ini. Kegiatan dilingkup sekolah saja, saya hanya mampu duduk di bangku peserta. Bukan hanya sendiri menyandang hal tersebut. Pihak media lokal nasional menjadi kawan dalam penjurian. Kesempatan ini dipergunakan untuk memberikan kinerja yang terbaik. Tentu sesuai kapasitas dan kemampuan yang dimiliki. Terkadang sulit untuk memilih satu diantara beberapa yang terbaik. Kehati-hatian menjadi pegangan sebagai upaya memberikan yang terbaik. Saya hanya menilai pada jenjang sekolah menengah pertama. Namun pesertanya memiliki jumlah yang terbanyak.

 

Peserta terakhir berasal dari Konawe Utara. Setelah tuan rumah mengakhiri wawancaranya, kegiatan belum juga berakhir. Menjelang magrib, penguatan diberikan pada peserta. Saya pun berbagi pengalaman dalam pembuatan video pembelajaran. Harapanya, ada video terbaik yang tetap dibuat pada masa mendatang. Bukan hanya untuk lomba tetapi media itu akan menghias ruang kelas saat mengajar dengan kualitas yang baik. Seusai azan Magrib, jemputan datang.

 

Salat menjadi perioritas setelah tiba dipenginapan. Namun makan malam harus ditunda, rekap nilai harus disetor sesaat lagi. Mobil tumpangan harus Kembali malam itu. Menghitung nilai secara berulang tetap dilakukan agar tidak merugikan peserta. Sesuai makan seadanya, kami pun pamit untuk menuju ke Kota Kendari. Perjalanan Kembali memakan waktu yang lebih lama. Berjalan di suasana malam menyebabkan jarak tempuh yang sama dilalui dengan waktu hamper tiga jam. Walaupun berkeliling di Konawe Utara terurungkan, namun pengalaman banyak diperoleh. Melihat beberapa pabrik pengolahan nikel yang besar, bertemu kawan-kawan lama antar kabupaten, merasakan suasana menjadi juri kehormatan, mendapatkan tambahan subscribe dari peserta serta bertukar pengalaman dalam mengajar menjadi hal yang tidak terlupakan.

Nara Sumber di Akhir Tahun

Setahun lalu, undangan dari komunitas Guru Ngeblok menutup kegiatan berbagi saat itu. Kegiatan di akhir Desember tahun ini undangan yang berbeda diterima melalui WhatsApp. Permintaan nara sumber bagi kegiatan Program Pendidikan Guru Universitas Haluoleo menjadi kegiatan berbagai dipenghujung tahun 2022. Menjelang sore  di hari Senin (26/12) panitia telah memberikan arah topik yang akan dipaparkan. Pesertanya sebanyak 26 orang yang merupakan Mahasiswa PPG dalam jabatan tahun ini.

 


Materi tentang pembelajaran berdiferensiasi menjadi bahan yang saya berikan. Bukan seorang diri, namun Pak Hakim sebagai guru di jenjang SMK ikut memberikan pengalamannya. Bukan hanya teori namun banyak praktik baik yang diungkapkan. Banyak aksi nyata dalam pembelajaran modul 2.1 tentang pembelajaran yang berpihak pada murid menjadi bahan pembicaraan. Sesi paparan hanya berlangsung 15 menit. Walaupun singkat, namun saya menyempatkan untuk memberikan materi inovasi yang telah dilakukan.

 

Bekal terasi menjadi media sekaligus cara berdeferensiasi yang telah lama dipraktekan. Bagaimana memuat program diferensiasi dalam pengambangan sekolah? Menjadi materi penutup yang dijelaskan. Pengembangan media buletin digital untuk literasi sekolah adalah temanya. Saya pun mengirimkan link sebagai bahan bacaan. Terdapat infografis tentang alur diferensiasi yang dibuat sendiri.

 

Terdapat tiga pertanyaan yang terdengar diruang virtual malam itu. Saya memberikan beberapa penekanan dalam menjawabnya. Persiapan mengajar berupa pra asesmen, rencana pembelajaran dan hal-hal lain yang perlu diketahui sebelum membuka ruang kelas menjadi penting untuk berdiferensiasi. Jenis konten, proses dan produk pun menjadi hal yang berpengaruh. Minat dan bakat siswa, kesiapan belajar serta profil belajarnya harus mampu diterjemahkan dalam menuntun keperpihakan pada murid. Hal yang tidak boleh dilupakan adalah bagaiaman siswa mampu mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.

 

Keesokan harinya, saya bertemu dengan guru pamong mereka. Ucapan terimakasih dan ungkapan refleksi diperoleh. Saya pun merasa bersyukur bisa melakukan Amanah yang tidak biasa ini. Kegiatan ini menjadi webinar perdana setelah mengikuti Pendidikan Guru Peggerak Angkatan 5 Kota Kendari. Dosen pengampuhnya memberikan penjelasan bahwa, nara sumbernya diupayakan dari guru-guru penggerak.

Jumat, 26 Desember 2025

Rasya - Empat Hal Unik Dalam Praktek Genetika Dengan Menggunakan Tutup Botol Tetra Warna (Cerita Refleksi Terbaik)


Aku duduk bersama kelompokku yang hebat di kelas 9.3 SMP Negeri 17 Kendari. Kami semua siap untuk membuktikan hukum Mendel tentang pewarisan sifat melalui praktek genetika. Mendel mengajarkan bahwa sifat diwariskan melalui gen, dengan aturan seperti segregasi (pemisahan gen) dan dominansi (sifat dominan menutupi resesif). Kami menyiapkan penutup botol dengan empat warna sebagai simbol genetiknya

"Pertama, belajar melalui tutup botol berwarna."

Saat memulai, kami merasa sedikit kesulitan karena alat-alat seperti penutup botol untuk simbolnya justru kurang. Tapi ini justru jadi pelajaran inspiratif!  Seperti dalam hidup, tantangan awal membuat kita lebih kreatif.  Memahami kelemahan itu, kami bekerja sama dengan kelompok lain untuk bertukar warna tutup botol yang berlebih.

"Kedua, bermain sambil belajar"

Bermain teka-teki silang dilakukan sebelum praktik dimulai. pertanyaa dan jawabannya tentang percobaan Mendel tentang dihibrid. Walaupun kelas kacau namun seru. Kami tidak mau kalah dengan kelompok lain. Menang dan kalah itu bukan masalah, yang penting konsepnya dipahami. Ini wajib, agar permainan selanjutnya bisa dilakukan dengan baik. Bermain pasangan warna dengan kode genetik yang berbeda. Memasangkan penutup botol sesuai warga genetiknya menjadi pengalaman yang berkesan. Menghitu perbandingannya harus tepat dengan pasangan warna yang telah disepakati. Walau lelah tapi asyik. Pembuktian pun berhasil dilakukan.

"Ketiga, kami berdiskusi untuk mebuat laporanyan." 

Setelah tantangan awal, akhirnya kami bisa melanjutkan. Guru menyuruh kami mencatat setiap langkah dan hasilnya. Bukan hanya teks prosedur tetapi isian tabel pengamatannya juga penting. Persilangan tanaman induk (misalnya, kacang hijau dengan kuning) hingga pengamatan generasi F1 dan F2. Kami melihat sifat dominan seperti warna hijau muncul lebih banyak, membuktikan hukum Mendel. Mencatat ini sangat inspiratif karena membuatku sadar betapa pentingnya data. Seperti Mendel yang mencatat ribuan biji, catatan kami bisa jadi dasar penemuan baru. Ini menginspirasi aku untuk selalu teliti dalam belajar, karena genetika membantu kita memahami diri sendiri. Misalnya, kenapa kita mirip orang tua atau punya sifat unik?

"Keempat, perasaan saya senang praktek." 

Meski ada hambatan, perasaan senang akhirnya datang saat melihat hasilnya. Kami berhasil membuktikan bahwa sifat seperti warna biji diwariskan secara teratur, sesuai hukum Mendel. Ini membuatku bahagia karena genetika bukan hanya teori di buku, tapi bisa kita rasakan langsung. Praktek ini menginspirasi aku untuk bermimpi besar. Mungkin suatu hari aku jadi ahli genetika yang membantu manusia. Seperti dalam pengobatan penyakit keturunan. Pengalaman ini menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan penuh petualangan, dan kegembiraan datang dari ketekunan!

Selasa, 23 Desember 2025

Zahro Nur Aisyah - Menyaring Air dari Botol Plastik Bekas (Cerita Refleksi Terbaik)

 


Pagi itu, pada pukul 07.00, udara masih terasa sejuk di lingkungan sekolah. Bel tanda dimulainya pelajaran pertama telah berbunyi, dan suasana di luar kelas VIII.I sedikit berbeda dari biasanya. Kami, enam siswa yang tergabung dalam satu kelompok, telah berkumpul di depan kelas, bersiap untuk melaksanakan praktikum Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Kelompok kami terdiri dari saya sendiri, Nurma, Wulan, Bintang, Dzaky, dan Nazwan. Kegiatan diawali dengan game. Mengisi TTS dari penutup botol. Keseruan sangat terasa ketika berkompetisi antar kelompok.

Guru IPA kami, Pak Suhardin, dengan senyumnya yang khas, sudah berada di tengah-tengah kami. Beliau adalah guru yang selalu mendorong kami untuk belajar melalui praktik langsung. Praktikum kami hari ini adalah tentang Penyaringan Air Sederhana. Persiapan untuk praktikum ini sudah kami lakukan jauh-jauh hari. Sesuai instruksi Pak Suhardin, setiap anggota kelompok wajib membawa satu botol plastik bekas air mineral berukuran sedang (spesifiknya, botol Le Mineral) yang sama). 

Selain itu, kami juga bertugas mengumpulkan satu genggam pasir dan satu genggam kerikil. Kami telah mencuci material ini hingga benar-benar bersih dan mengeringkannya di bawah terik matahari, memastikan semuanya steril dan siap pakai. Di atas meja yang kami gunakan, semua bahan dan alat sudah tertata rapi.

Apa saja bahannya? Enam botol plastik Le Mineral (masing-masing botol memiliki tutup botol, satu ditutup tanpa lubang dan satu lagi dilubangi kecil). Ada pula kerikil, pasir yang sudah dicuci dan dikeringkan, kapas, air keruh (yang akan kami saring). Bagaimana dengan Alatnya? Kami menyiapkan gunting, mistar, dan buku catatan untuk hasil pengamatan.

Pak Suhardin membuka sesi dengan mengingatkan kami tujuan dari kegiatan ini yakni memahami prinsip dasar pemisahan zat melalui filtrasi dengan memanfaatkan material alami.

"Anak-anak, hari ini kita akan membuat alat penjernih air mini. Perhatikan langkah-langkahnya dengan teliti. Tujuan kita adalah melihat seberapa efektif susunan material ini dapat mengubah air keruh menjadi air yang lebih jernih," Jelas Pak Suhardin.

Kami mulai bekerja. Bintang dan Dzaky bertugas memotong bagian bawah botol plastik dengan hati-hati menggunakan gunting, sementara Wulan dan Nurma memastikan botol lainnya diposisikan terbalik. Tutup botol yang sudah dilubangi kecil dipasang pada botol yang akan dijadikan alat penyaring. Langkah berikutnya adalah menyusun lapisan material di dalam botol yang dibalik. Berdasarkan petunjuk, urutannya harus tepat.

 Saya bertugas memasukkan kapas sebagai lapisan paling bawah (menempel pada tutup botol yang berlubang). Kapas berfungsi sebagai media penahan pertama.  Setelah itu, Nurma memasukkan lapisan kerikil yang cukup tebal. Di atas kerikil, Wulan menyusul dengan lapisan pasir yang sudah bersih dan kering. Susunan ini diulang hingga hampir memenuhi badan botol, dengan Nazwan memastikan setiap lapisan dipadatkan dengan merata.

Alat penyaring sederhana kami pun siap. Kami menempatkan botol penyaring ini di atas botol lainnya yang berfungsi sebagai penampung air hasil saringan (filtrat). Dzaky bertugas menuangkan air keruh secara perlahan ke dalam alat penyaring buatan kami. Seketika, air keruh mulai meresap melalui lapisan pasir, kerikil, dan kapas. Kami semua menahan napas, mata kami tertuju pada tetesan air yang mulai keluar dari lubang tutup botol.

Air yang menetes ke botol penampung terlihat jauh lebih jernih dari air keruh yang kami tuangkan. Meski belum sepenuhnya bening seperti air minum, perubahan kejernihan airnya sangat signifikan. Nazwan dengan sigap mulai mencatat hasil pengamatan di buku. Kami mendiskusikan perbedaan warna, kekeruhan, dan kecepatan air menetes. Kami menggunakan mistar untuk memperkirakan ketebalan setiap lapisanisan material yang kami buat.

"Coba bandingkan dengan air yang kalian tuangkan, Nak." Kata Pak Suhardin sambil menunjuk ke kedua botol.  "Lapisan material ini memerangkap partikel-partikel padat penyebab keruhnya air. Ini adalah demonstrasi sederhana dari proses filtrasi."

Rasa antusias dan puas terpancar dari wajah kami. Praktikum di pagi hari itu bukan hanya sekadar tugas, tetapi pengalaman nyata yang mengajarkan kami tentang ilmu alam dan pentingnya kerja sama tim. Pukul 08.20, ketika praktikum selesai, kami membereskan alat dan bahan dengan rasa bangga akan hasil karya sederhana kami.

Minggu, 14 Desember 2025

ATRAKSI TALI TEMALI GUDEP JENDRAL SUDIRMAN (SMPN 17 KENDARI)

Kegiatan pagi "berserri" hari itu diisi dengan ragam kreativitas siswa. Selain kegiatan literasi bersama, yang menarik lagi adalag atraksi ketangkasan regu putra Gudep Jendral Sudirman. Berpanduan bahasa morse bendera, beberapa anggota penggalang memasuki lapangan dengan penuh semangat.

Ketangkasan dalam tali temali diperagakan di awal penampilan

Persiapan penyangga kaki tiga dibuat selanjutnya

Setelah beberapa saat barulah terlihat dan mulai dipahami apa sebenarnya yang mereka kerjakan. Tentu, bagi anggota pramuka hal ini bukan hal baru tetapi yang belum masuk aktif menjadi anggota gudep ini hal yang menyita perhatian.

Setiap anggota tim memiliki peran yang sangat urgen

Tiang benderanya, hampir kelar

Ikatan simpulnya harus kuay ya!

Butuh tonggat Pramuka dan tali penolong sebagai bahannya

Kekompakan tim sangat diperlukan untuk membuat tiang bendera ini. Biasanya saat perkemahan, bangun ini digunakan dan ditempatkan di bagian depan tenda. Baik untuk pemajangan bendera Merah Putih maupun bendera regu. Saat upacara atau apel besar ornamen ini juga bisa digunakan.

Jumat, 05 Desember 2025

MAUL JUARA POSTER

 


Pada hari Kamis 4 Desember 2025, saya mendapat kesempatan untuk mewakili sekolah dalam kegiatan lomba poster digital di Balai Kota Kendari. Awalnya saya sempat mengira acara tersebut adalah pengumuman pemenang, tetapi ternyata itu adalah rangkaian kegiatan peringatan Hari Anti Korupsi yang diikuti oleh banyak pelajar dari berbagai sekolah.

Saat tiba di Balai Kota, suasana acara sangat meriah. Setelah registrasi peserta, kami diarahkan masuk ke aula utama. Di sana acara dibuka dengan sambutan dari para pejabat pemerintah. Setelah itu, ada penampilan drama dan nyanyian bertema anti korupsi yang dibawakan oleh beberapa sekolah. Drama itu menggambarkan bagaimana korupsi dapat merusak masa depan bangsa, sedangkan nyanyiannya mengajak semua orang untuk menjaga kejujuran.

Saya merasa bangga karena poster saya yang berjudul “Ayo Lawan Korupsi, Selamatkan Masa Depan Bangsa” dipajang bersama karya peserta lainnya. Posternya menggunakan warna merah putih dan berisi ajakan untuk menghentikan korupsi. Saya menggambarkan siswa-siswa yang membawa pesan kejujuran, tangan terborgol sebagai simbol hukuman bagi pelaku korupsi, serta tulisan “Berani Jujur Itu Hebat” agar mudah menginspirasi orang yang melihat.

Walaupun suasananya sempat membuat saya gugup, saya tetap berusaha percaya diri. Di akhir acara, panitia akhirnya mengumumkan pemenang lomba poster digital. Alhamdulillah, saya berhasil meraih Juara Harapan 3. Saya sangat bersyukur dan bangga karena usaha saya membuat poster selama ini tidak sia-sia.

Mengikuti lomba ini membuat saya belajar bahwa menjaga kejujuran itu penting, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masa depan negara. Pengalaman ini akan selalu saya ingat sebagai motivasi agar saya terus berkarya dan berprestasi.

Sumber : Maul - Bulatein Seventeen

Rabu, 03 Desember 2025

PIALA PERTAMA UNTUK SMPN 17 KENDARI - 2006

 


Mengubah Julukan "Sekolah Ubi" Menjadi "Sekolah Prestasi" di SMPN 17 Kendari

Kisah ini dimulai dari sebuah mimpi besar di tengah hamparan tanaman ubi dan padang ilalang yang luas. Tahun 2006, SMPN 17 Kendari atau yang akrab disapa "Seventeen" baru berusia seumur jagung. Walaupun baru didirikan tahun 2004 namun sudah harus berhadapan dengan julukan yang menyakitkan. "Sekolah Ubi" atau "Sekolah Pinggiran." Julukan-julukan negatif itu, yang lahir dari lokasi sekolah yang jauh dari jalur kermaian kota. Terasa seperti beban yang harus dipikul oleh setiap siswa dan guru.

Dibalik label tersebut, tersembunyi semangat membara. Siswa-siswi Seventeen memiliki keinginan yang sangat besar untuk membuktikan diri. Mereka melihat kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Nasional (sekarang Kemendikbudristek) pada tahun 2006. Kegiatan yang bertajuk Keunggulan Pembelajaran, sebagai sebuah panggung untuk menampilkan upaya terbaik. Ini kesempatan untuk memutus stigma yang melekat.

Bagaimana peran saya?  Saat itu sebagai guru yang mendampingi mereka, dimulai.

Peran saya sangat padat. Menjabat Wakil Kepala Sekolah, Wali Kelas, Pembina OSIS, sekaligus Pembina Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR). Jadwal yang begitu mencekik membuat waktu pembimbingan karya tulis ilmiah (KTI) siswa menjadi tantangan terbesar. Proses penelitian, penyusunan, hingga latihan presentasi harus diambil di luar jam pelajaran resmi.

Seringkali, pembimbingan berlangsung saat hari sudah makin gelap, ketika tenaga sudah hampir terkuras setelah seharian mengurus berbagai tugas sekolah. Saya ingat betul, semangat mereka adalah bahan bakar yang jauh lebih kuat dari rasa lelah. Melihat mata mereka yang penuh harapan dan keinginan kuat untuk mengubah nasib sekolah. Membuat saya rela meluangkan waktu dan sisa energi yang ada.

Kami membahas hipotesis, menganalisis data, menyusun kalimat demi kalimat, dan berlatih presentasi berulang kali. Mereka tidak hanya belajar tentang metode penelitian. Para siswa itu juga belajar tentang ketekunan, kepercayaan diri, dan kerja keras yang tulus.

Akhirnya, doa-doa itu membuahkan hasil.

Pada kompetisi Keunggulan Pembelajaran tahun 2006, tim KIR Seventeen berhasil meraih piala pertama untuk SMPN 17 Kendari sejak sekolah itu didirikan. Momen itu adalah ledakan kebahagiaan yang tak terlukiskan. Piala itu bukan hanya sekadar trofi. Itu adalah simbol perubahan, bukti nyata bahwa julukan "Sekolah Ubi" telah mulai berganti menjadi "Sekolah Prestasi."

Prestasi perdana ini menjadi titik balik dan semangat baru yang menular ke generasi siswa berikutnya. Setelah piala pertama itu, bendera prestasi Seventeen terus berkibar. Bukan hanya puluhan piala yang berhasil diraih di tingkat provinsi, tetapi karya tulis ilmiah siswa mampu menggapai dua kali meraih medali emas di tingkat nasional. Bahkan, di bidang jurnalistik, mimpi mereka juga terwujud dengan meraih prestasi di Kota Yogyakarta. Kisah inilah yang kemudian menjadi jembatan berdirinya Buletin Digital Seventeen, meskipun kini timbul tenggelam dalam kiprahnya di "Bumi Rindang Seventeen."

Kini, setelah dua puluh satu tahun berkiprah (2004-2025), kisah piala perdana tahun 2006 ini tetap menjadi cerita inspirasi yang abadi. Ia mengajarkan bahwa lokasi fisik tidak menentukan potensi.  Bahwa dengan keinginan yang kuat dari siswa, didukung oleh pengorbanan dan dedikasi guru mimpi akan dapat menjadi nyata. Meskipun dalam keterbatasan waktu. Label negatif apa pun dapat diubah menjadi sebuah sejarah kebanggaan.

Selasa, 02 Desember 2025

Latihan Soal Materi Genetika dan Bioteknologi

  1. Jika alel mangga biji bulat (B) dominan terhadap mangga biji lonjong (b), Tentukanlah genotip yang akan menunjukkan fenotip mangga biji bulay pada hasil persilangan F2!
  2. Hemofilia adalah sifat resesif yang terpaut pada kromosom X. Jika wanita carier hemofilia (XXh) menikah dengan seorang pria hemofila (XhY).  Berapakah persentase kemungkinan anak laki-laki mereka yang akan normal dan menderita hemophilia?
  3. Mengapa burung hantu dan anoa harus dijaga kelestarian pada kawasan Hutan Wolasi?
  4. Jika dilakukan persilangan dihibrid antara F1 (mangga bulat kuning) yang memiliki genotip heterozigot  (AaQq×AaQq), dimana A (bulat) dominan terhadap a (keriput) dan Q (kuning) dominan terhadap q (hijau), Jika F1 disilangkan dengan F1 maka berapakah  perbandingan fenotip yang dihasilkan pada keturunan F2 ?
  5. Pada tanaman Delima, gen B (batang tinggi) dominan terhadap gen b (batang pendek). Jika dua tanaman yang keduanya heterozigot disilangkan (Bb x Bb),  Berapakah persentase kemungkinan munculnya keturunan dengan fenotip batang pendek (resesif)?
  6. Bagaimanakah prinsip kerja dalam pembuatan vaksin dalam mengahsilan dan meningkatkan imun tubuh terhadap penyakit tertentu?
  7. Apakah dampak negatif dari kloning dalam rekayasa bioteknologi mahluk hidup?
  8. Sebutkanlah contoh penggunaan cabang ilmu pengethuan yang berhubungan dengan pemanfaatan produk bioteknologi!




Kisah Sang Juri di Wilayah Tambang

Merujuk Surat Keputusan Pengurus PGRI Provinsi Sultra Nomor : 100.a/KEP/PROV/XXII/2022 tentang penetapan dewan juri lomba video pembelajaran...